BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

JPS Gelar Diskusi Jalan Tol, Gubernur Terpilih Mahyeldi jadi Keynote Speaker

PADANG – Jaringan Pemred Sumbar (JPS) kembali menggelar diskusi aktual, kali ini membedah pembangunan jalan tol, dengan konteks kasus Tol Padang – Pekanbaru yang masih kurang bagus progresnya.

Sangat beruntung, JPS diyakinkan Gubernur Sumbar terpilih, Mahyeldi Ansharullah, akan tampil sebagai keynote speaker dalam diskusi yang digelar di Hotel Grandzuri Padang, Kamis, (25/2) besok.

Penegasan Mahyeldi akan tampil menjadi pembicara di diskusi jalan tol tersebut disampaikannya saat menerima kedatangan rombongan tim JPS di Palanta Rumah Dinas Wako Padang, Jl A Yani Padang, Senin (22/2) siang.

“Inshaallah, saya siap tampil pada diskusi jalan tol,” ujar Mahyeldi yang tampil dengan stelan kebiasaannya, baju berlengan panjang dan berkopiah hitam, di depan rombongan JPS.

Koordinator JPS Heri Sugairto, menjelaskan dalam diskusi bertajuk Membangun Konektifitas Ekonomi Sumbar Lewat Jalan Tol, juga menampilkan sejumlah narasumber lain seperti Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas, Bupati terpilih Padang Pariaman Suhatri Bur, Ketua Dewan Pertimbangan Kadis Sumbar Sengaja Budi Syukur.

Diskusi juga mengundang khusus Kepala Proyek Jalan Tol Seksi Padang – Sicincin dari PT Hutama Karya Insfratruktur (HKIi) Devi Adrian, Akademisi Unand Prof Weri Darta Taifur dan Asrinaldi. Diskusi dipandu Ilham Adelano Azre.

Ketua Pelaksana Diskusi, Almudazir menambahkan, kegiatan diskusi jalan tol ini sebagai kontribusi JPS dalam mengurai permasalahan yang menimpa proyek strategis nasional yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi.

“Kita berharap diskusi bisa menjelaskan jalan keluar dari permasalahan yang terjadi di jalan tol sekaligus mengurai aspek ekonomis dari konektifitas jalan tol bagi daerah Sumbar,” jelas Owner Mediasumbar.id ini.

TERKENDALA PEMBEBASAN LAHAN

Progres pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru, khusus Seksi Padang – Sicincin sepanjang 37 Km masih menghadapi kendala berat, terutama dalam pembebasan lahan.
Seperti diberitakan Harianindonesia.id, mengutip Project director Jalan Tol Padang – Sicincin, Marthen Robert Singal, sejak dimulai pembangunan tiga tahun lalu panjang jalan tol yang terbangun baru sekitar 4,7 Km.

Sementara pembebasan lahan saat ini baru mencapai 10,97 persen atau 5 kilometer dan secara fisik jalan yang sudah terbentuk sudah mencapai 35,64 persen.

“Tahun ini kita tergetkan tol sudah selesai 35 persen. Total anggaran untuk proyek tersebut sekitar Rp 4 triliun dan dana yang sudah terpakai saat ini sudah Rp 1,4 triliun,” sambungnya.

Ia menjelaskan, jalan tol Padang-Sicincin adalah bagian dari jalan tol Padang-Pekanbaru yang mempunyai panjang total 254 kilometer dan terbagi menjadi enam seksi, yaitu Seksi I Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin-Bukittinggi, Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan, Seksi V Pangkalan-Bangkinang dan Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru.

“Padang-Sicicin yang mulanya ditempuh dalam waktu 1,5 jam, dengan adanya tol hanya memakan waktu 0,5 jam saja. Nanti di ruas ini juga kita sediakan dua rest area,” jelas Marthen.

Sedangkan jarak tempuh melalui tol Padang menuju Pekanbaru mampu memotong waktu tempuh dari 8-10 jam menjadi 4-6 jam apabila pengerjaannya telah rampung.

Ia berharap agar pembebasan lahan bisa segera diselesaikan sehingga pengerjaan jalan bisa lancar. Secara keseluruhan jalan tol Pekanbaru—Padang akan ditargetkan beroperasi pada 2025. (Awaluddin Awe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *