BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Jalan A Yani Di Pasar Payakumbuh Dipercantik Dengan Drainase Baru Dan Pedestrian Area

Payakumbuh — Wajah Kota Payakumbuh terus dipercantik dengan pembangunan pedestrian area, dan yang paling penting sekali saluran-saluran drainase di bawahnya juga dibangun dengan lebih baik agar bisa mengatasi genangan air di kala hujan.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya Dan Tata Ruang dengan kegiatan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai lintas daerah kabupaten/kota dan kawasan strategis provinsi.

Menurut keterangan Isriza Kasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dinas Bina Marga, Cipta Karya Dan Tata Ruang Provinsi Sumbar selaku PPTK saat dihubungi media, Jumat (17/9), mengatakan anggaran pembangunan drainase di Payakumbuh ini bersumber dari APBD Pemprov Sumbar Tahun Anggaran 2021.

“Selain itu, ada lagi kegiatan Pemprov di Kota Payakumbuh seperti pembangunan drainase di Lundang dan pembangunan sarana penunjang TPA Regional di Padang Karambia,” ungkapnya.

Dari pantauan media, terlihat kendaraan berat eskavator sedang bekerja membongkar drainase lama di Jalan A Yani. Akan digali saluran drainase dengan panjang sekitar 400 meter, mulai dari kanopi sampai jembatan Ratapan Ibu, Kamis (16/9).

Pekerjaan senilai Rp.3.124.998.000 itu dilaksanakan oleh PT. Mutiara Medya Mandiri dengan waktu selama 149 hari kalender dengan Konsultan Pengawas CV. Karahositama Consultant, telah dimulai sejak 05 Agustus 2021 lalu.

Menurut Don Werry Dt. Nan Bosa selaku pelaksana pekerjaan dari PT. Mutiara Medya Mandiri, pekerjaan yang dilakukan adalah menggali saluran drainase yang akan awalnya pembingkaran trotoar lama dibbawah kanopi, memasang kerb, dan pipa untuk buangan air dari jalan ke drianase.

Sementara itu, untuk pedestrian area, dijelaskannya trotoar diperlebar menjadi 1,8 meter, karena trotoar lama hanya sekitar 1 meter saja, maka akan ada bahu jalan yang dikorbankan. Area untuk pejalan kaki ini sengaja diperlebar guna memudahkan akses masyarakat.

“Pedestrian areanya dibuat sama seperti, yang di Jalan Sudirman biar ada keserasian,” kata Don.

Karena pembangunan itu berada di Kelurahan Nunang Daya Bangun dan area pasar, media kemudian mewawancara Ketua Karang Taruna Nunang Daya Bangun Dedi Hendri. Asenk (panggilan akrab Dedi- red) mengatakan drainase lama ini dibangun di zaman penjajahan, jauh sebelum dirinya lahir. Terlihat memang keras sekali material drainase lama ini, cukup kewalahan alat beratnya menggali dan menghancurkan bekas betonisasi yang lama.

Diterangkannya, karena pembangunan ini dilaksanakan di area pasar dan sedikit banyaknya akan mengganggu aktifitas lalu lintas dan perparkiran, maka pihak kontraktor telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan, Damkar, Dinas Koperasi dan UKM, dan Satlantas Polres Payakumbuh agar kelancaran selama pengerjaan.

“Apalagi, jalan yang sedang dibongkar adalah akses yang biasa dilalui keluar masuk mobil damkar, maka perlu diperhitungkan kemungkinan kendala-kendala yang ditimbulkan oleh pekerjaan ini,” pungkasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *