BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Ini Tanggapan Gubernur Sumbar tentang Warganya Dilarang Masuk Riau

PAKUMBUHPOS.ID – Rencana Pemerintah Provinsi atau Pemprov Riau melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau ditanggapi Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Sebelumnya, alasan Pemprov Riau melakukan penyekatan karena kasus di Riau tinggi sebab banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

Hal itu tidak dibantah oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.

“Mungkin saja, karena memang masyarakat dari Sumbar ke Riau juga banyak, dari Riau ke Sumbar juga banyak. Saya kira itu mungkin saling bertukar lah, masing-masing akan membawa,” tutur Mahyeldi, Kamis (12/8/2021).

Oleh karena itu, menurut Mahyeldi, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan perlu ditingkatkan.

Mahyeldi menyebutkan, dirinya sudah melakukan diskusi dengan beberapa ahli dari Universitas Indonesia.

Dalam diskusi itu, ahli menyampaikan tentang penyebaran Covid-19 antar pulau.

“Menurut pemahaman yang disampaikan oleh ahli kesehatan, cara terbaik yang mesti dilakukan ialah taat dengan prokes sehingga mencegah dari hulunya,” ujar Mahyeldi.

Di masa pandemi Covid-19, kata Mahyeldi, kesehatan dan ekonomi harus beriringan.

Keduanya tidak boleh terputus.

Maka salah satu caranya ialah taat terhadap protokol kesehatan.

“Ekonomi bergerak, kemudian prokes juga maksimalkan. Kalau soal penyekatan, nanti kita coba evaluasi dulu,” imbuh Mahyeldi. (*)

Dikutip dari: TribunPekanbaru

Ini Tanggapan Gubernur Sumbar tentang Warganya Dilarang Masuk Riau

PAYAKUMBUHPOS.ID – Rencana Pemerintah Provinsi atau Pemprov Riau melakukan penyekatan di perbatasan provinsi untuk mengurangi mobilisasi orang masuk Riau ditanggapi Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Sebelumnya, alasan Pemprov Riau melakukan penyekatan karena kasus di Riau tinggi sebab banyak terdapat warga dari provinsi tetangga.

Hal itu tidak dibantah oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.

“Mungkin saja, karena memang masyarakat dari Sumbar ke Riau juga banyak, dari Riau ke Sumbar juga banyak. Saya kira itu mungkin saling bertukar lah, masing-masing akan membawa,” tutur Mahyeldi, Kamis (12/8/2021).

Oleh karena itu, menurut Mahyeldi, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan perlu ditingkatkan.

Mahyeldi menyebutkan, dirinya sudah melakukan diskusi dengan beberapa ahli dari Universitas Indonesia.

Dalam diskusi itu, ahli menyampaikan tentang penyebaran Covid-19 antar pulau.

“Menurut pemahaman yang disampaikan oleh ahli kesehatan, cara terbaik yang mesti dilakukan ialah taat dengan prokes sehingga mencegah dari hulunya,” ujar Mahyeldi.

Di masa pandemi Covid-19, kata Mahyeldi, kesehatan dan ekonomi harus beriringan.

Keduanya tidak boleh terputus.

Maka salah satu caranya ialah taat terhadap protokol kesehatan.

“Ekonomi bergerak, kemudian prokes juga maksimalkan. Kalau soal penyekatan, nanti kita coba evaluasi dulu,” imbuh Mahyeldi. (*)

Dikutip dari: TribunPekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *