BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Ingin Cetak Hafidz Quran, Bupati Safarudin Datangi Kab. Bogor

Limapuluh Kota–Ingin mencetak para hafidz Al Quran di Lima Puluh Kota, Bupati Safaruddin datangi Pemkab. Bogor terkait program Tahfidz Al Qur’an di daerah tersebut.

“Kita ingin menggali lebih dalam cara Kabupaten Bogor dengan program Tahfidz untuk mencetak 1.000 penghafal Al Qur’an. Makanya kita berkunjung kesana,” kata Bupati Safaruddin di Kantornya Rabu (15/06).

Safaruddin mengatakan, Lima Puluh Kota punya program penghafal Al Qur’an yang beririsan dengan Kabupaten Bogor. Dimana di Liko ada program pendirian satu rumah Tahfidz untuk satu Nagari.

“Program ini juga terintegrasi pada RPJMD kita 2021-2026. Artinya, sampai tahun 2026 nanti, di masing-masing Nagari berdiri satu rumah Tahfidz melalui dukungan program pemerintah,” ucapnya.

Dia menyebut, program yang beranjak dari keprihatinan pasangan SAFARI tersebut, terhadap semakin berkurangnya penghafal Al Qur’an atau terdapatnya buta aksara Al Qur’an di masyarakat Lima Puluh Kota.

“Alhamdulillah, program kita ini mendapat respon positif dari masyarakat. Maret 2022 lalu, saya bersama ustadz Abdul Somad mencanangkan pendirian Pondok Tahfidz al-Fattah di Kecamatan Guguak. Dan lahannya merupakan waqaf dari H. Herman Chan,” ujarnya.

Tak ayal, program satu nagari satu rumah Tahfidz dan swadaya masyarakat menuai pujian ustadz UAS.

“Kita bersyukur program Rumah Tahfidz ada pada visi dan misi Lima Puluh Kota. Kita mengimbau kepada dunsanak di perantauan, masyarakat Limapuluh Kota di seluruh Indonesia, mari bantu kampung halaman, waqaf kan tanah, buat sekolah Tahfidz Al Qur’an mudah-mudahan ada keberkahan dan mengalir pahalanya,” kata ustadz Somad waktu itu.

Lebih lanjut dia menggambarkan Kabupaten Bogor memang menelorkan beberapa landasan kebijakan untuk mendukung program 1.000 penghafal al Qur’an.

“Ini yang akan kita adopsi secepatnya di Program Rumah Tahfidz, pemberlakuan kurikulum keagamaan serta kontrol dan pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan Rumah Tahfidz,” ucapnya.

Pada intinya, kata Bupati Safaruddin, “Program Kab. Bogor mewujudkan 1.000 orang penghafal Al-Quran tentunya dapat dijadikan acuan demi mensukseskan upaya Pemkab. Lima Puluh Kota dalam mewujudkan satu Nagari satu rumah Tahfiz,” katanya.

Keterangan Bupati Safaruddin diapresiasi Sekdakab Bogor, dia mengungkapkan Pemkab. Bogor siap mendukung penuh Program Rumah Tahfidz Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kabupaten Bogor membuka diri untuk kerja sama dengan Lima Puluh Kota, terkait program tahfiz Al Qur’an,” kata Burhanudin. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *