BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

HKGN 2022, 832 MURID SD PRAKTIK SIKAT GIGI DI DEPAN BUPATI SAFARUDDIN

Limapuluh Kota, — Di depan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuk Bandaro Rajo sebanyak 832 murid Sekolah Dasar se-Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Senin (12/09/2022) terlihat semangat mempraktikkan sikat gigi secara baik dan benar. Aksi murid-murid SD ini bertujuan untuk mengukir rekor sikat gigi massal pada Museum Rekor Indonesia (MURI) bersama 500.000 peserta lainnya se-Indonesia. Momen yang digagas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) Tahun 2022. Untuk Limapuluh Kota digelar di Lapangan Kubu Gadang Bola, Taeh Baruah.

Pada sambutannya di Peringatan HKGN 2022, Bupati Safaruddin mengapresiasi peran PDGI dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan gigi dan rongga mulut. Respon PDGI kata Bupati Safaruddin juga terlihat cepat terlebih aksi Bhakti Sosial pada HKGN 2022. “Saat Muscab PDGI beberapa waktu lalu, kami memberikan tantangan kepada PDGI untuk menggerakkan berbagai pihak melaksanakan aksi nyata peningkatan Kesehatan gigi di masyarakat dan Alhamdulillah dapat terlaksana”, jelas Bupati Safaruddin. Seterusnya Bupati Safaruddin menyebutkan, kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup secara langsung disamping pengaruh terhadap rongga mulut dan fungsi pengunyahan. Oleh sebab itu, Bupati Safaruddin mengajak pelajar maupun masyarakat untuk memelihara kesehatan gigi dengan sejak dini. “Masalah gigi dan mulut tentunya dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya yang berimbas pada penurunan produktivitas dalam proses menuntut ilmu”, ujar Bupati Safaruddin.

Disamping itu, Bupati Safaruddin juga berharap semangat pengabdian yang tinggi PDGI untuk meningkatkan kesadaran pelajar dalam membiasakan sikat gigi yang baik dan benar sehingga dapat membentuk karakter yang kuat bagi anak sekolah di masa depan.
Bhakti Sosial pada peringatan HKGN di Limapuluh Kota, selain aksi sikat gigi massal, juga dilaksanakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta dirangkai dengan Program Dinas Kesehatan yaitu Bulan Imunisasi Anak Nasional. Tampak hadir bersama Bupati Safaruddin Sekretaris Daerah Widya Putra, Ketua TP PKK Nevi Safaruddin, Kepala Dinas Kesehatan Adel Noviarman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati, Ketua PDGI Luak Limopuluah drg.Yone Akses Djohar, unsur Forkopimca dan Nagari.

Sementara itu, Ketua PDGI Luak Limopuluah dr.Yone Akdes dalam laporannya menginformasikan, pencanangan HKGN secara nasional dicetuskan pertama kali pada acara bulan kesehatan nasional pada 12 September 2011 di lapangan Gasibu Bandung oleh dr Endang Rahayu Sedyaningsih. Seterusnya drg Yone menjelaskan, dengan mengangkat tema “Pulih bersama dengan senyum sehat Indonesia”, kegiatan sikat gigi massal ini bisa jadi momentum pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dalam skala nasional. Ia berharap, suksesnya gelaran ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan gigi masih rendah. “Berdasarkan riset Kemenkes, 57,6% masyarakat kurang sadar dan mengalami permasalahan kesehatan gigi dan baru 10,2% yang mendapatkan penanganan”, ungkap drg.Yone. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *