BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Grup Randai Salendang Dunia Bawa Tema “Wanita Minangkabau Masa Kini” Di Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh –Meski cuaca sedikit gerimis, Grup Randai Salendang Dunia asal Simpang Kapuak, Mungka Kabupaten Limapuluh Kota tampil apik membawakan cerita dengan tema Perempuan Minangkabau di Masa Kini di Pasar Ekonomi Kreatif 2020 di Kawasan Batang Agam, Payakumbuh, Minggu (15/11) malam.

Grup randai yang dipimpin oleh M. Zalman dan beranggotakan 30 orang pemain dengan mamakai atribut tambahan face shield anti Covid-19 itu mempersembahkan cerita yang menarik hati penonton di halaman Kafe Agam Jua, tempat iven pariwisata itu digelar.

“Disini kami bercerita bagaimana perempuan minang hingga saat ini harus terus dibesarkan dengan adat Minang, sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kami tak membawa tema cerita lama, tapi bagaimana memberikan gambaran kehidupan wanita minang di zaman kini,” ujar Zalman.

Salahsatu penonton, Niko menyebut konsep pertunjukan pada pasar Ekraf selain harus menerapkan protokol kesehatan, adanya perpaduan latar kafe untuk ngopi berkonsep moderen dan adanya pertunjukan seni tradisional membuat iven ini berkesan unik.

“Sambil ngopi bersama teman-teman lainnya, kita menyimak petuah-petuah dan mengambil pelajaran dari pertunjukan randai yang ditampilkan. Konsep seperti ini cocok untuk anak muda,” kata Niko.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi yang ikut menyaksikan pertunjukan itu bersama beberapa wartawan dan insan seni Luak Limopuluah mengatakan sebagai wakil rakyat dirinya ingin bagaimana nilai-nilai kebudayaan terus dihidupkan di Sumatera Barat.

“Tentunya iven-iven kebudayaan yang digelar harus menggandeng pelaku seni budaya minang, agar mereka tetap eksis tak dimakan zaman,” kata Supardi. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *