BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...

Grup Randai Salendang Dunia Bawa Tema “Wanita Minangkabau Masa Kini” Di Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh –Meski cuaca sedikit gerimis, Grup Randai Salendang Dunia asal Simpang Kapuak, Mungka Kabupaten Limapuluh Kota tampil apik membawakan cerita dengan tema Perempuan Minangkabau di Masa Kini di Pasar Ekonomi Kreatif 2020 di Kawasan Batang Agam, Payakumbuh, Minggu (15/11) malam.

Grup randai yang dipimpin oleh M. Zalman dan beranggotakan 30 orang pemain dengan mamakai atribut tambahan face shield anti Covid-19 itu mempersembahkan cerita yang menarik hati penonton di halaman Kafe Agam Jua, tempat iven pariwisata itu digelar.

“Disini kami bercerita bagaimana perempuan minang hingga saat ini harus terus dibesarkan dengan adat Minang, sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kami tak membawa tema cerita lama, tapi bagaimana memberikan gambaran kehidupan wanita minang di zaman kini,” ujar Zalman.

Salahsatu penonton, Niko menyebut konsep pertunjukan pada pasar Ekraf selain harus menerapkan protokol kesehatan, adanya perpaduan latar kafe untuk ngopi berkonsep moderen dan adanya pertunjukan seni tradisional membuat iven ini berkesan unik.

“Sambil ngopi bersama teman-teman lainnya, kita menyimak petuah-petuah dan mengambil pelajaran dari pertunjukan randai yang ditampilkan. Konsep seperti ini cocok untuk anak muda,” kata Niko.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi yang ikut menyaksikan pertunjukan itu bersama beberapa wartawan dan insan seni Luak Limopuluah mengatakan sebagai wakil rakyat dirinya ingin bagaimana nilai-nilai kebudayaan terus dihidupkan di Sumatera Barat.

“Tentunya iven-iven kebudayaan yang digelar harus menggandeng pelaku seni budaya minang, agar mereka tetap eksis tak dimakan zaman,” kata Supardi. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *