BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Gerak Cepat, Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Langsung Sosialisasikan Perda LP2B

Payakumbuh — Setelah sebelumnya disepakati antara DPRD dan Pemerintah Kota Payakumbuh terkait perubahan Ranperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) jadi Perda, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pertanian langsung lakukan gerak cepat untuk melakukan sosialisasi Perda Kota Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2021 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut.

Dinas Pertanian yang dikomandoi oleh Depi Sastra melalui bidang sarana dan prasarana, telah lakukan roadshow/sosialisasi ke seluruh kecamatan di kota Payakumbuh.

“Sosialisasi yang dilakukan terkait Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang LP2B ini juga merupakan amanah dari Undang-Undang nomor 41 tahun 2009,” ungkap Kepala bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Abdullah Sani saat ditemui media diruang kerja, Jumat (17/9) pagi.

Diterangkan Sani sapaan akrab Kabid Sapras itu lahirnya Perda LP2B merupakan salah satu usaha untuk mengendalikan konversi lahan pertanian ke non pertanian, dan dengan tetap melestarikan berbagai kawasan pertanian sebagai salah satu usaha dalam menjaga kedaulatan pangan bagi masyarakat kota Payakumbuh,” ungkapnya.

Penerapan Perda LP2B merupakan sistem dan proses dalam merencanakan dan menetapkan, mengembangkan, memanfaatkan dan membina, mengendalikan, dan mengawasi lahan pertanian pangan dan kawasannya secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Dan tujuan penerapan LP2B ini untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian secara berkelanjutan, melalui pemberian insentif kepada petani dan penerapan disinsentif kepada pihak yang melakukan alih fungsi lahan pertanin pangan,” ujar Sani.

Turut disampaikan Kabid Sapras itu jika dalam merealisasikan Perda LP2B tersebut, telah diberikan insentif terhadap kawasan LP2B berupa sebagai salah satu prioritas dalam penyediaan sarana dan prasarana pertanian berupa fasilitas pembangunan RJIT (Rencana Pembangunan/Rehabilitasi Jringan Irigasi Tersier), JUT (Jalan Usaha Tani), pupuk bersubsidi, BST (Benih Siap Tanam), bantuan alsintan, fasilitas pembiayaan dan KUR pertanian serta perlindungan lahan tanaman pertanian berupa asuransi lahan pertanian/ternak (AUTP/AUTS) dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, dengan semangatnya Sani ungkapkan jika di tahun 2022 nanti, Kota Payakumbuh akan menerima insentif/bantuan dari Kementrian Pertanian dan Bappenas sebagai satu-satunya wilayah administrasi kota di Provinsi Sumatra Barat yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus dalam sektor pertanian.

“Dan insentif ini akan digunakan untuk mendukung kelancaran serta untuk percepatan realisasi Perda LP2B di kota Payakumbuh tentunya,” tukas Sani mengakhiri.(Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *