BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Erwin Yunaz Diundang Podcast Keempat Kampus UNP

Padang — Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz diundang khusus dalam Podcast Ke-4 di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Bagonjong Universitas Negeri Padang, Rabu (16/6).

Podcast sudah sangat tenar alias populer di mancanegara, seperti Amerika, UK, dan Australia. Meskipun lebih mengutamakan sisi audio, namun Podcast berbeda dengan radio. Siaran yang dilakukan dengan radio adalah siaran langsung sedangkan audio pada Podcast adalah hasil rekaman.

Dalam Podcast ke-4 ini dihadiri juga oleh Rektor Universitas Negeri Padang Professor Ganefri, Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Asmar Yulastri, dan Team Kreatif Kaki Lima Hanif Al Kadri.

Wawako Erwin Yunaz berbicara tentang branding Kota Payakumbuh, kota ini pernah dijuluki sebagai kota galamai, kota batiah dan juga kota biru dalam perjalanan waktu agak monoton dan belum punya dampaknya terhadap ekonomi yang kuat.

“Maka momentum deklarasi City of Randang tepat sekali, ketika dunia mengakui rendang sebagai makanan terenak di dunia, Payakumbuh langsung menetapkan Randang sebagai ikon kotanya,” kata Wawako.

Caster dari Team Kreatif Kaki Lima Hanif Al Kadri menyampaikan pihaknya ingin mengulik bagaimana kisah sukses atau sukses story dari seorang Erwin Yunaz.

“Bisa jadi wawako bakal menjadi narasumber tetap karena pengalaman vokasi wawako dan keilmuan managemennya,” ujar Hanif.

Di akhir podcast wawako menyampaikan sedang mempersiapkan iven akbar, namanya Indonesia Marandang Dunia. “Kota Payakumbuh mempunyai persembahan emas untuk melaksanakan Marandang Dunia yang pusatnya di Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *