BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Erwin Yunaz Apresiasi Semangat Kurban Di Payakumbuh, “Semoga Tahun Depan Penyelenggara Pakai Box Peroboh Sapi”

Payakumbuh-Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menyampaikan apresiasi kepada panitia kurban di Payakumbuh yang telah sukses dan penuh inovasi dalam melaksanakan iven keagamaan setahun sekali itu.

“Luar biasa semangat masyarakat kita berkurban walau dalam terpaan badai pandemi sekalipun, memang beribadah ini kita mencari berkah dari Allah SWT dimana yang berkurban mendapatkan pahala, yang menerima daging kurban pun mendapatkan kebahagiaan menyantap daging kurban bersama keluarga mereka, ada yang membuat sate, dendeng, sup, pastinya juga randang dong,” kata Erwin Yunaz mantap saat ditemui media di rumah dinasnya, Rabu (21/7) malam.

Selain itu, apresiasi lainnya disampaikan orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu adalah dengan meningkatnya angka sembelih sapi jantan. Serta di beberapa tempat, panitia kurban juga telah berangsur-angsur beralih ke metode pemotongan modern, yakni dengan memakai restraining box atau alat peroboh sapi yang terbuat dari kayu maupun besi.

“Selama ini, restraining box ini hanya digunakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Di tingkat masyarakat belum banyak penyelenggara penyembelihan hewan kurban yang memilikinya. Kita berharap kurban tahun depan seluruh pelaksanan kurban sudah memakai ini, manfaatnya banyak dan praktis,” kata Erwin.

Erwin menyampaikan rasa salut dengan penyelenggara kurban di Sungai Durian Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) yang membuat restraining box dari kayu, mereka menamainya “box star”, biaya pembuatannya lebih murah dari material besi. Inovasi ini bisa dicontoh oleh penyelenggara kurban lainnya bila masih terkendala dengan ketersediaan dana.

“Saya baca di berita, mereka memberdayakan tukang kayu lokal, ini merupakan bentuk kerjasama yang baik,” kata Erwin.

“Saya juga mendapatkan informasi kalau pelaksanaan kurban di salah satu kelurahan, yakni di Subarang Batuang Kecamatan Payakumbuh Barat yang juga sudah memakai restraining box dari besi,” tambahnya.

“Penyelenggaraan kurban juga harus memperhatikan aspek bagaimana pengolahan daging saat proses penyembelihan hingga sampai ke tangan penerima, jangan sampai hal-hal penting itu luput dari perhatian kita, semoga semangat kita dalam beribadah terus bergelora,” pungkasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *