BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Empat Orang yang Diduga Pelaku LGBT Berhasil di Amankan Satpol PP Kota Bukittinggi

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, – Satuan Polisi Pamong Praja ( SatPol PP) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat berhasil mengamankan empat orang yang diduga pelaku LGBT, dua orang antaranya menjadi admin atau pengelola akun media sosial penyuka sesama jenis “Gay Bukittinggi”.

Dini hari tadi Keempatnya diringkus di tiga lokasi berbeda, mereka ini aktif di media sosial dan diamankan saat live diduga untuk menjaring sesama jenis,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bukittinggi, Efriyadi, Senin, (17/4)

Beliau menambahkankan akun medsos “Gay Bukittinggi” dengan jumlah pengikut ribuan ini diduga menjadi wadah mencari dan menjaring pelaku LGBT di sekitar Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

” Untuk penjaringan dua pelaku LGBT di Agam, kita langsung berkoordinasi dengan Satpol-PP Kabupaten Agam untuk proses penindakan lebih lanjut,” kata Efriadi.

Pelaku akhirnya diamankan dari pengembangan dan informasi lapangan dan diringkus di dua titik yang ada di Bukittinggi dan satu di wilayah Agam dan satupun tidak ada ber KTP Kota Bukittinggi.

“Pelaku diamankan di kantor Satpol PP Bukittinggi dan dikenakan denda administrasi sesuai Perda Nomor 3 tahun 2015,” tambahnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, setelah apel gabungan Satpol PP, langsung merespon dengan berkomunikasi dengan empat pelaku.

Wali Kota menyayangkan dengan tindakan keempat LGBT ini yang melancarkan aktifitasnya di Bukittinggi dan sekitarnya.

“Bukittinggi ini harus dibersihkan dari LGBT, kita harus kurangi, habiskan LGBT di Bukittinggi, jangan sampai ada penambahan jumlah LGBT di kota kita ini,” tegasnya.

Ia menegaskan akan mencabut izin hotel dan tempat apapun yang memfasilitasi kegiatan maksiat dan aktifitas LGBT di Bukittinggi.

Keempat pelaku, langsung diperiksa dinas kesehatan, terkait sipilis, hepatitis dan HIV.
Selanjutnya, keempatnya akan segera dipulangkan ke kampung halaman mereka dan diminta untuk berubah.#(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *