BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Dinas Sosial Bukittinggi Gelar Bimtek Penanganan Bencana Melalui MFR dan HART

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, — Pemerintah Bukittinggi melalui Dinas Sosial gelar bimtek penanganan korban bencana melalui MFR dan HART kegiatan ini dibuka Wali Kota Bukittinggi yang diwakili sekda didepan Taman Pahlawan Kusuma Bhakti, Senin, (30/10).

Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Sekda Matias Wanto menyampaikan, Bintek penangan bencana ini sangat perlu dilakukan. Peningkatan kemampuan skill bagi setiap anggota Tagana maupun tim Relawan sangat penting mengingat situasi dan kondisi dilapangan sangat beragam apalagi ditambah kondisi bencana yang mengakibatkan dampak terhadap korban dilapangan sangat beragam, sehingga membutuhkan keahlian dari seorang relawan dalam menyelamatkan nyawa korban dari berbagai himpitan akibat dampak bencana.

” Kejadian gempa di Bukittinggi sudah termasuk bencana cukup besar.sebenarnya tidak ada prosedur yang berlaku dalam penanganan bencana. Quick respon jadi poin utama.Jika gagal dalam dalam kecepatan pertama, potensi bertambahnya korban dan kerugian materil akan semakin tinggi,” ungkap Martias Wanto.

Untuk itu selanjutnya, sekda simulasi itu sangat penting dilkukan. Guna menguatkan pengetahuan tentang bencana.
” Kita berharap bencana itu tidak terjadi, tapi kita tetap waspada apa yang dilakukan disaat bencana terjadi bisa distimulasikan,”katanya.

Kepalas Dinas Sosial Syanji Faredi, menambahkan, pelatihan dan bimtek ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi tim relawan dengan pelaksanaan dilapangan terutama pada saat adanya korban yang berada di ketinggian sehingga diadakan simulasi agar korban tersebut bisa diselamatkan.

” Bimtek ini diikuti oleh 40 perserta, mereka terdiri dari 29 Tagana, 2 orang sahabat Tagana, 6 orang personil kampung siaga bencana ( KSB), 1 per kelurahan, Damkar 1 orang, BPBD 1 orang dan PMI 1 orang, Bimtek dilaksanakan selama 3 hari yang mulai dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober hinggap 31 Oktober 2023 dengan narasumber Tim Basarnas Padang dan tenaga profesional Tagana dari Bukittinggi, ” pungkasnya mengakhiri.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *