BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Dinas Kesehatan Limapuluh Kota Berikan Layanan Kesehatan Maksimal Untuk Masyarakat

Limapuluh Kota – Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota melakukan berbagai prioritas pembangunan kesehatan melalui program Indonesia sehat untuk mewujudkan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.

Dalam upaya mewujudkan paradigma sehat di Limapuluh Kota, Dinas Kesehatan melakukan pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Bupati Limapuluh Kota, H. Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat Limapuluh kota, berbagai program telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh pendekatan, kebijakan dan strategi program yang tepat serta tepat sasaran.

“Agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, maka upaya-upaya pembangunan kesehatan diselenggarakan secara terintegrasi sejak dari perencanaan sampai ke pelaksanaan, pemantauan dan evaluasinya. Sasarannya pun difokuskan terhadap keluarga dengan dihidupkannya kembali program pendekatan keluarga,” ujarnya.

Bupati Safaruddin menyebut, bahwa dengan adanya dukungan data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat sangat menentukan dalam pengambilan keputusan menuju arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan yang tepat. Penduduk sebagai determinan pembangunan perlu mendapat perhatian yang serius dari program pembangunan, termasuk pembangunan di bidang kesehatan didasarkan pada dinamika kependudukan.

“Upaya pembangunan di bidang kesehatan tercermin dalam program kesehatan melalui upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Pencapaian derajat kesehatan yang optimal bukan hanya menjadi tanggung jawab dari keterkaitannya, namun sektor terkait lainnya seperti sektor pendidikan, ekonomi, sosial dan pemerintahan juga memiliki peranan yang cukup besar karena kesehatan merupakan hak semua penduduk, sehingga ditetapkan target dan sasaran pembangunan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota Yulia Masna, S.Km, M.Kes menyampaikan bahwa Kabupaten Limapuluh Kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 nagari dan 429 jorong. Dari 13 Kecamatan yang ada terdapat 22 Puskesmas terdiri dari 5 Puskesmas rawatan dan 17 Puskesmas non rawat inap.

“Kabupaten Limapuluh Kota saat ini memiliki satu Rumah Sakit Umum Daerah yaitu RSUD Achmad Darwis Suliki. RSUD Amchmad Darwis Suliki adalah Rumah Sakit Tipe C. Untuk Puskesmas, pada 2021 Kabupaten Limapuluh Kota memiliki 22 Puskesmas. Untuk lebih mendekatkan lagi, Puskesmas dengan masyarakat terdapat 88 buah Puskesmas Pembantu dan 131 buah Poskesri,” ungkapnya.

Selain Rumah Sakit dan Puskesmas, pada 2021 terdapat 3 klinik pratama, 6 praktek dokter bersama, 15 praktek dokter umum perorangan, 9 praktek dokter gigi perorangan, 1 praktek perseorangan dan 1 unit tranfusi darah di Limapuluh Kota.

Sementara, terkait jaminan kesehatan (JKN) masyarakat, pada 2021 jumlah peserta JKN di Limapuluh Kota sebanyak 310.462 jiwa, yang terdiri dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 186.470 jiwa dan PBI APBD 25.337 jiwa. Untuk Non PBI adalah Pekerja Penerima Upah (PPU) 50.605 jiwa, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri 42.916 jiwa dan Bukan Pekerja ( BP ) 5.134 jiwa yang termasuk dalam kelompok pekerja penerima adalah PNS, POLRI, ASABRI dan Perusahaan.

“Posyandu aktif di Limapuluh Kota pada 2023 jumlahnya 564 dan sekarang strata Posyandu tidak ada lagi yang ada adalah Posyandu Aktif. Posyandu merupakan kependekan dari Pos Pelayanan Terpadu. Kegiatan di Posyandu Merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partispasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat yang dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah mendapat pendidikan dan pelatihan dari Puskesmas,” ujarnya.

Sementata, jumlah Poskesri pada 2021 yang ada di Limapuluh Kota berjumlah 131 buah. Poskesri merupakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dibentuk di nagari dalam rangka mendekatkan penyediaan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat nagari. “Dengan kata lain salah satu wujud upaya untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” kata dia.

Selanjutnya, untuk tenaga kesehatan di Puskesmas, RSUD Suliki dan Dinas Kesehatan Limapuluh Kota berjumlah 18 dokter spesialis, 65 dokter umum, 31 dokter gigi, 273 perawat, 409 bidan, 32 bidang kesehatan masyarakat, 22 bidang kesehatan lingkungan, Gizi 31 orang, Ahli Laboratorium Medik 39 orang, Tenaga Teknis Biomedika lainnya 25 orang, Keterapian Fisik 4 orang, Keteknisian Medis 59 orang, Kefarmasian 85 orang Dan Tenaga Penunjang/Pendukung Kesehatan 195 orang.

“Pembangunan kesehatan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” pungkas Yulia Masna.. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *