BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Capai Angka 1064 Orang Dinas Kesehatan Bukittinggi Susun Strategi Penaggulangan HIV AIDS

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan saat ini sedang menyusun strategi untuk menanggulangi penyebaran HIV AIDS rapat tersebut dilaksanakan di Aula Balaikota Bukittinggi, Rabu, (10/5).

” Salah satu yang paling utama dalam pendalam pendidikan berkarakter adalah bukan pada materi yang sampaikan tapi lebih pada kegiatannya,” ujar Wako Erman.

Beliaupun menambahkan bahwa, HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia dapat menimbulkan beberapa penyakit yang disebut AIDS jika tidak ditangani secara serius penyakit ini bisa menimbulkan kematian.

” Angka kumulatif penemuan kasus HIV mulai tahun 2008 hingga Desember 2022 sudah mencapai 1064 orang dan mendominasi pada usia 25 hingga 49 tahun” ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi Linda Feroza menjelaskan, kondisi yang terjadi saat ini HIV AIDS sangat mengkhawatirkan.

“Dengan angka 1064 menjadi tolak ukur kita sebagai pemerintah untuk mencari jalan keluar dalam penangannya sesuai dengan arahan bapak Wali Kota,” pungkas Linda.#(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *