BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Buka Pelatihan Mitigasi Bencana Limbago Adat Siaga Bencana, Ini Kata Bupati

Limapuluh Kota,– Bupati Safaruddin mengatakan, sinergitas yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dengan Limbago Adat Nagari dinilai strategis dalam pencegahan, kesiapsiagaan, penangan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi akibat bencana di nagari. “Melalui pelatihan pencegahan dan bencana Limbago Adat Siaga Bencana, diharapkan jadi momentum untuk selalu membudayakan kesiapsiagaan secara terpadu, terencana, dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Kabupaten Limapuluh Kota tangguh bencana yang dimulai dari tingkat nagari,” ucap Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo saat membuka kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana tahun 2023 bagi 70 orang pengurus Kerapatan Adat Nagari/Limbago Adat Nagari/niniak mamak dari 42 nagari se-Limapuluh Kota, Rabu, (27/09/2023). Diselenggarakan di Aula Kantor Bupati, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota sekaligus narasumber utama Rahmadinol beserta pejabat administrator jajaran BPBD Limapuluh Kota.

Bupati Safaruddin di bagian lain penyampaiannya menjelaskan, Kabupaten Limapuluh Kota memiliki kondisi topografi yang berbukit dengan kemiringan sedang hingga terjal dan klimatologi dengan curah hujan yang tinggi sehingga berpotensi sebagai daerah rawan bencana yang dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, Bupati meminta kepada para peserta pelatihan senantiasa bersikap siaga dan waspada dalam menghadapi ketidakpastian akan terjadinya bencana. “Saya sangat mengharapkan kekompakan, kebersamaan, kesadaran, dan motivasi yang tinggi dalam mengabdikan diri bagi keselamatan masyarakat pada umumnya. Selain itu, kami meminta para pengurus KAN untuk mengedukasi anak kemenakan dalam mitigasi bencana,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Limapuluh Kota Zulfatman dalam laporannya menyampaikan, pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana terhadap Limbago Adat Siaga Bencana merupakan suatu langkah yang perlu dilakukan sebagai titik tolak utama yang bertujuan untuk mengurangi bahkan meniadakan korban dan kerugian yang mungkin timbul akibat terjadinya bencana. “70 peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari 42 nagari yang memiliki potensi kerawanan bencana di Limapuluh Kota,” tambahnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *