BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

BAM Akan Kembali Dipelajari Di Payakumbuh

Payakumbuh–Pemerintah Kota Payakumbuh akan menghidupkan kembali mata pelajaran muatan lokal yang biasanya dikenal dengan pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) di setiap sekolah yang ada di Kota Payakumbuh.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, DR Dasril saat diwawancara media di ruang kerjanya, Kamis (02/05) saat rapat bersama tim pengembangan kurikukum.

“Kita memanfaatkan kurikulum merdeka belajar yang memberi ruang untuk memasukkan mata pelajaran Muatan Lokal, karena ada alokasinya di struktur kurikulum ini,” ujarnya.

Dasril menerangkan pihaknya memasukkan materi muatan lokal di dalam proyek pembelajaran yang akan dilaksanakan di tahun ajaran baru 2022-2023, mulai dari 4 juli 2022 di sekolah-sekolah.

“Kita usahakan minimal di tingkat SD dan SMP,” ujarnya.

Diterangkan Dasril, untuk pembuatan materi pembelajaran muatan lokal ini nantinya akan melibatkan tim pengembang kurikulum sekolah, tim pengembang kurikulum kota, dan dikonsultasikan ke ahlinya perguruan tinggi yang membidangi hal tersebut. Sementara untuk regulasinya minimal dalam bentuk perwako dan diusulkan ke kementerian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi,” ulasnya.

Bahkan, Dasil juga akan melibatkan stakeholder lainnya dengan meminta masukan dari lembaga adat, KAN, tokoh adat, serta pemerhati adat.

“Kita juga telah menerapkan materi muatan lokal dengan menggelar pelatihan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah di SKB, untuk peserta didik dari pendidikan kesetaraan non formal pada paket C,” ulasnya.

Dengan adanya pelajaran BAM ini, mendukung terhadap misi Wali Kota Riza Falepi ke 5 yakni Mewujudkan Masyarakat Yang Berakhlak Mulia Dan Berbudaya, Berdasarkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. ( Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *