BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....

29 Peserta Bukittinggi Next Leader 2026 Diperkenalkan ke ASN Pemko, Disiapkan Jadi Agen Pembangunan

Peserta Bukittinggi Next Leader 2026 Diperkenalkan ke ASN Pemko, Disiapkan Jadi Agen Pembangunan

 

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, — Bukittinggi Next Leader (BNL) menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Tahun ini, sebanyak 29 peserta dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi dari ratusan pendaftar. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bukittinggi saat memimpin apel di halaman Balai Kota Bukittinggi, Senin, (21/09).

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, peserta BNL diberikan pengalaman langsung dengan ditempatkan di berbagai instansi, termasuk kantor-kantor dinas. Mereka akan melihat kondisi di lapangan serta memahami tugas pemerintah dalam mengambil kebijakan dan menyelesaikan persoalan di masyarakat.

“Harapan kita, anak-anak ini dapat melihat langsung ke lapangan. Apa tugas pemerintah. Kita ingin anak-anak kita ditempatkan di berbagai instansi, termasuk kantor-kantor dinas, sehingga mereka bisa belajar bagaimana pemerintah mengambil kebijakan dan menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Wako menambahkan, setelah mengikuti pembelajaran dan kunjungan lapangan, peserta BNL akan menyusun makalah dan berdiskusi untuk menghasilkan bahan masukan yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam perencanaan pembangunan. Hasil pengamatan peserta juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Anak-anak ini adalah agen-agen pembangunan. Kita ingin mereka mendapatkan wawasan, memahami persoalan yang ada, kemudian ikut menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Insyaallah tahun depan program ini akan kita laksanakan dua kali dan kualitasnya terus kita tingkatkan,” ujarnya.

(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *