BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Pemko Melalui Disperkim Bukittinggi Bedah 117 Rumah Tak Layak Huni

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, – Pemko Bukittinggi melalui Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kota Bukittinggi dengan program pemerintahan yaitu pelayanan berupa perbaikan rumah warga dalam bentuk bedah rumah, Kadis Perkim Rahmat AE ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/7).

Rahmat AE, menyampaikan, Untuk tahun 2023 ini melalui beberapa program dan sumber dana dari APBD Kota Bukittinggi, ditargetkan bisa melakukan perbaikan pada 117 unit dengan program bedah rumah, yang telah berjalan dari bulan maret lalu.

” Dari seluruh kelurahan yang mendapatkan bantuan dari Disperkim Kota Bukittinggi hingga kini sebanyak 89 unit Rumah Kurang Layak Huni (RKLH) dan telah mengucurkan dana Rp. 2.742.500.000,- dari target Rp 3,1 miliar lebih hingga mencapai angka 65 persen pengerjaannya di 24 kelurahan di kota Bukittinggi saat ini,” ungkapnya.

” Rumah-rumah yang dibedah tersebut, yakni programnya dari dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Bukittinggi serta inisiatif SKPD dan prioritas dari Pemko sendiri,” kata Rahmat.

” Warga yang mendapatkan program bedah rumah setelah melalui penelitian dan seleksi secara bertingkat, itu salah satu syaratnya, harus memiliki tanah sendiri. Ada pun biaya perbaikan sesuai dengan klasifikasi sedang sampai berat biaya mulai dari Rp.15-75 juta. Sedangkan komposisi anggaran 70 persen untuk material dan 30 persen upah,” tambah Rahmat.

“Secara teknis kami melihat pengerjaan yang dilakukan warga secara swadaya, hal ini mampu meningkatkan bobot pekerjaan menjadi 150 persen lebih, dengan 30 persen upah bisa mereka alihkan ke material yang lain,” pungkas Kadis.

#(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *