BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Ketua IKK Joni Hendri Lepas Perantau Pulang Basamo

Payakumbuhpos.id|Jakarta - Salah satu sunnah dalam safar yang dianjurkan oleh syariat dan bisa meringankan kesusahan safar adalah melakukan safar di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR Nasional

Berkat Kepedulian Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto, Perantau Suayan Tiba Dikampung Halaman

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota--- Perantau Suayan Jakarta sampai dikampung halaman (nagari Suayan), kecamatan Akabiluru, kabupaten Limapuluh Kota, disambut langsung Walinagari Suayan, Irwanul...

20 Juru Masak Di Payakumbuh Belajar Dari Akademisi UNP

Payakumbuh — Sebanyak 20 orang yang terdiri dari pengurus Koperasi Sentra Rendang Payo, juru masak, dan Ikm Rendang Payakumbuh mendapatkan kesemapatan besar belajar dari para akademisi guna meningkatkan kompetensi mereka di bidang kuliner Minangkabau.

Ini adalah tindaklanjut perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Payakumbuh dan Universitas Negeri Padang (UNP) dalam bentuk workshop peningkatan kualitas dan daya saing IKM Randang Payakumbuh bagi pelaku IKM Randang se Kota Payakumbuh yang dilaksanakan selama 2 hari, 23-24 November 2020.

Narasumber berasal dari dosen atau akademisi dari Fakultas Pariwisata Dan Perhotelan Universitas Negeri Padang seperti Dra. Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.d, Dr. Elida, M.Pd, Rahmi Holinesti, STP, M.Si, dan Wiwik Gusnita, S.Pd, M.Si. yang akan mengajarkan teori sekaligus praktek bagi juru masak dan pengurus koperasi itu.

Pembukaan workshop tersebut dihadiri Wali Kota diwakili Staf Ahli Setdako Elfriza Zaharman, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Desmon Corina, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Wal Asri didampingi Sekretaris Andiko Jumarel, serta Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Ernawati bersama dosen lainnya.

Dalam sambutannya, Elfriza atau yang akrab disapa Cece menyampaikan apresiasi atas kerja sama MoU dan tindak lanjut perjanjian kerja sama (PKS) ditindaklanjuti dengan cepat. Dijelaskannya secara praktek, dengan varian yang banyak Randang tentu memiliki nilai budaya.

Dengan branding Kota Payakumbuh sebagai City Of Randang, walaupun di kota/kabupaten lain ada juga Randang, namun yang banyak varian dan ada sentra IKM khusus kuliner minang ini hanya Kota Payakumbuh.

“Tidak semua daerah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk ini,” kata Cece.

Ditambahakannya, guna menyongsong dukungan dari pemerintah pusat ini dan niat Pemko Payakumbuh meningkatkan perekonomian melalui kuliner, wujudnya harus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, bimbingan kepada orang-orang yang terlibat di dalamnya harus ada agar hasilnya maksimal.

“Secara praktik pelaku IKM sudah melaksanakan, namun ilmu-ilmu dari akademisi juga penting agar ada peningkatan kepada pelaku Randang kita,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Ernawati menyebut UNP mendukung dan mengapresiasi semangat Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan kualitas SDM. Dinilainya Pemko tak hanya mendukung pembangunan gedung kantor Fakultas UNP saja, namun juga penerimaan mahasiswa kuliner minang yang teaching factorynya di Payakumbuh.

“Sudah dua angkatan yang kita terima, jumlah totalnya 70 mahasiswa. Sekarang para mahasiswa tidak bisa dibawa praktik karena Covid-19. Mahasiswa UNP memang tidak ngampus, mereka belajar dari rumah,” terang Ernawati.

Sementara itu, salahsatu peserta menyebut dengan belajar dari Akademisi, mereka berharap dapat meningkatkan keuletan dan ketelitian mereka agar prosedur standar pengelolaan Randang berstandar SNI dapat terus ditingkatkan. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *