BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Yon Alnis: Bacaleg untuk Tahun 2024 ini, Kebanyakan Cuma Numpang Doang Tanpa Memiliki Ideologi Dasar Partai

PAYAKUMBUH – Lembaga pelaksana pemilihan umum KPU saat ini telah mengumumkan daftar pemilih sementara (DPS) yang akan menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2024 mendatang. Tahap demi tahap pelaksanaan pesta demokrasi akan menuju puncaknya dalam hitungan bulan.

Pemerhati politik Luak Limopuluah, Ir. Yon Alnis Tuangku Malin Bagogo Nan Runciang saat diwawancada media di Bara Coffee Nagari Koto Nan Godang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu malam (12/4) angkat bicara terkait indikator yang perlu diperhatikan selain pemilih.

Pertama, Yon Alnis menyebut untuk kualitas calon legislatif yang dilihat sampai saat ini, orangnya banyak yang masih itu ke itu juga, ada calon yang mengulang kembali, tapi berlain partai. Ada juga kadidat yang baru, telah banyak mengerti politik, kualitasnya tidak dipersoalan lagi, dan interaksi sosialnya bagus.

“Ini menjadi sebuah daya dorong untuk partai meraih kursi di gedung Gonjong Nan Limo Koto Nan Ompek,” ujarnya.

Namun, Yon Alnis melihat ada yang kurang, yakni pematangan calon di partai yang tak ada, pengkaderan tidak jalan, tidak ada militansi.

“Kita berharap partai harusnya dikumpulkan lagi kader-kader ini, diberi pemahaman tentang bagaimana partainya. Artinya ketika calon legislatif masuk partai, tapi tidak mengerti ideologi partai, akhirnya nanti setelah duduk akan muncul polemik kepentingan di kemudian hari, dan merugikan konstituen, anggota dewan itu sendiri, termasuk partai yang mengusung,” ungkapnya.

Menurutnya, ideologi partai itu penting bagi calon legislatif yang maju melalui partai tersebut, karena secara sosial, dewan bertanggung jawab kepada konstituen atau pemilih, dan secara politik bertanggung jawab kepada partai.

“Bila ini diterapkan, akan memudahkan caleg berkampanye kepada konstituen. Caleg bila sudah tahu ideologi partainya, dia tahu apa yang akan diperjuangkannya. Kalau dulu basis politik adalah ideologi, tapi kini kita melihat basis politik cenderung ke pragmatis,” ulasnya.

Yon Alnis menambahkan, dengan membawa ideologi partai ke tengah-tengah masyarakat, seorang caleg akan dapat memacu potensi konsituennya, tapi bila cara pragmatis diterapkan juga, akan memberikan dampak buruk terhadap citra seorang dewan nantinya.

“Doktrin perjuangan partai harus melekat pada seorang calon legislatif, ini menjadi PR bagi parpol yang akan berlaga pada 2024 mendatang,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *