BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wulan Denura : Persoalan Sampah, DPRD Bakal Bertindak Tegas

Teks foto: Wakil Ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura,S.St.

 

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh–Persoalan sampah memang menjadi ancaman masa depan yang nyata di kota Payakumbuh. Untuk itu, DPRD bakal bertindak tegas dan tak ingin sampah terus berserakan di beberapa titik di Payakumbuh.

“Hal ini sebagai konsekuensi diri kuantitas penduduk yang terus merangkak naik dengan tidak dikuti oleh perilaku hidup bersih, sehat, dan kurang memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungannya,” ujar Wakil Ketua DPRD kota Payakumbuh Wulan Denura. S.ST kepada wartawan di Payakumbuh, Sabtu 16 Maret 2024.

Menurut Wulan Denura Ketua Srikandi Pemuda Pancasila kota Payakumbuh, pengelolaan sampah perlu menyertakan asas edukatif. Asas edukatif adalah asas cara, bagaimana mengelola sampah sebagai bagian dari materi ajar tidak formal (hidden curriculum) yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, guru kepada peserta didiknya, kiai kepada para santrinya, tokoh masyarakat kepada warganya dan pemerintah kepada rakyatnya serta elemen-elemen lainnya.

Diutarakan Ketua DPC (Kaukus Perempuan Politik Indonesia) KPPI Payakumbuh Wulan Denura, pengelolaan sampah bukanlah beban yang hanya dipikul oleh pemerintah, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat yang perlu meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah.

“Nanti, Insya Allah Jumat depan, DPRD Payakumbuh akan meninjau ke Pemprov dan langsung menemui Gubernur Sumatera Barat mencari sekaligus menemukan solusi terkait permasalah sampah yang kewenangan TPA Regional di Payakumbuh menjadi kewenangan Pemprov ini,”kata Wulan.

Padahal kami, lanjut Wulan, DPRD Payakumbuh sudah sangat nyinyir pada Pemerintah kota melalui OPD terkait, khususnya Komisi C. Namun karena kewenangannya terkait Provinsi, maka Insya Allah secepatnya DPRD akan berangkat ke kantor Gubernur.

“Kita (DPRD) mohon dukungan masyarakat dan kerjasama kita bersama, agar menahan dan memilah dulu sampah-sampah dari rumah maupun sampah dari industri rumah tangga. Dan mari sama-sama kita patuhi larangan himbauan dari Pemko Payakumbuh sementara Pemko dan DPRD mencarikan solusi, ataupun jalan keluar dari permasalahan bersama ini,”harap Wulan Denura.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Desmon Korima mengatakan via selulernya, pihaknya akan terus berupaya mengatasi masalah darurat sampah di Payakumbuh sampai situasi tersebut kembali normal seperti sedia kala.

“Walau Pemprov. Sumbar sudah memberikan lampu hijau untuk penggunaan TPA Regional Payakumbuh, tapi saat ini kita tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk proses pembuangan sampah kesana,”ulasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah kota Payakumbuh, Rida Ananda, terkait dengan kendala yang dialami warga masyarakat kota Payakumbuh saat ini dalam permasalahan pembuangan akhir sampah limbah rumah tangga, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh sedang mengupayakan TPA Regional yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar saat ini agar dapat dikelola kembali pasca bencana longsor yang mendera beberapa waktu yang lalu.

“Kita (Pemko Payakumbuh) saat ini masih terus berupaya melakukan negosiasi dengan Pemprov sumbar. Dan semoga TPA Regional ini dapat setidaknya dikelola oleh Pemko Payakumbuh segera,”jelas Rida.

Selanjutnya, Ketua DPRD Propinsi Sumatera Barat, Supardi, terkait permasalahan persampahan di Kota Payakumbuh, Supardi optimis hal ini dapat terselesaikan jika seluruh pihak dilibatkan.

“Saya sebagai Ketua DPRD Sumbar akan siap membantu dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Payakumbuh,” urainya. (Nura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *