BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...
WISATA  

Warga Transmigrasi di Padang Tarok Didata KPU Sijunjung

Sijunjung, payakumbuhpos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, mendata warga transmigrasi asal Provinsi Jawa Tengah dan Jogyakarta yang ditempatkan di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar, Kamis (3/1/2018). Pendataan dimaksudkan untuk memasukan warga ke dalam daftar pemilih.

“Empat hari pasca penetepan DPTHP2 oleh KPU Kabupaten Sijunjung, warga transmigrasi tiba di Kabupaten Sijunjung. Sesuai dengan regulasi yang ada, tentu semua warga yang tersebut didata guna memastikan status atau jenis pemilihnya untuk Pemilu 2019,” kata Ketua KPU Sijunjung, Lindo Karsyah kepada wartawan.

Dikatakan Lindo, daerah transmigrasi Nagari Padang Tarok itu terletak jauh dalam hutan. Untuk sampai ke sana, jalan tanah berwarna merah. Bila hujan, jalan berlumpur. Susahnya lagi, jalannya mendaki dan menurun. Pendakian tinggi dan penurunan terjalnya.

“Kami ke sana habis hujan pada malam hari. Tapi demi menyelamatkan hak pilih warga, KPU Sijunjung dengan jajarannya tetap dengan riang gembira menunaikan tugas ini,” kata Lindo.

Sementara Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Gunawan mengatakan semula data tertulis dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berjumlah 412 warga dari Provinsi Jawa Tengah dan Jogyakarta.

“Kemudian saat diminta by name by address, jumlah tidak sebanyak itu lagi yang datang, hanya 399 orang yang berhak memilih,” kata Gunawan.

Dijelaskan Gunawan, untuk mendapatkan data valid, KPU Sijunjung melakukan pencocokan dan penelitian warga tersebut dari rumah ke rumah. Dari lapangan, didapat informasi bahwa jumlah warga yang transmigrasi itu tidak semua ada di tempat transmigrasi. Sebagian masih di daerah asal dan sebagian ada yang pergi.

“Namun yang pasti, warga yang sudah terdaftar di data pemilih daerah asal, akan didaftarkan ke dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) atau pemilih pindahan. Sementara kalau yang belum terdaftar dalam data pemilih, akan dimasukan ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) sepanjang warga punya KTP elektronik Nagari Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung,” kata Gunawan.
Ditambahkan Gunawan, melihat jumlah pemilih yang ada, akan dibuat penambahan Tempat pemunggutan Suara (TPS) di sana.

“Berapa jumlah TPS, tergantung jumlah pemilih. Jika lebih dari 300 orang, tentu lebih dari satu TPS,” kata Gunawan. (siu/rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *