BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Walikota Padangpanjang, Payakumbuh, Padang dan Bupati Solok Ditegor Mendagri

Padang – Tiga Walikota dan satu Bupati di Sumbae ditegur oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian karena tidak hadir dalam rapat penanganan Covid-19 di Auditorium Gubernur Sumbar, Jumat (17/12/2021).

Mereka ; Bupati Solok Epyardi Asda, Wali Kota Padang Hendri Septa, Wali Kota Payakumbuh Reza Fahlepi, dan Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran.

Menurut Kemdagri kehadirannya bersama rombongan ke Sumbar atas perintah Presiden Joko Widodo yang menitipkan pesan agar kepala daerah, jajaran, TNI, dan Polri untuk bisa mempercepat program vaksinasi Covid-19 di Sumbar.

Tito juga mengingatkan pentingnya untuk pengetatan protokol kesehatan seperti penggunaan masker. Hal tersebut karena adanya potensi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kehadiran kami ke Sumbar, sesuai perintah Bapak Presiden. Kemarin beliau menyampaikan kepala daerah, jajaran, TNI, Polri untuk mempercepat vaksinasi. Selain penguatan protokol kesehatan, terutama pakai masker berulang-ulang, kita tidak tahu Omicron seperti apa,” ujarnya.

Tito menyampaikan Presiden Joko Widodo telah menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia sebesar 70 persen untuk dosis pertama.

Menurutnya, angka ini baru bis terwujud kalau semua daerah serempak. Sementara, di sisi lain, capaian vaksinasi di Sumbar belum 70 persen meski angka vaksinasi meningkat beberapa bulan terakhir.

“Oleh karena itu, kami hadir ke sini meminta gubernur, jajaran, bupati/wali kota, Kapolda, Danrem, Binda, termasuk BNN semua harus bergerak,” jelasnya

“Ini kunjungan saya yang kesekian selama dua minggu ini. Saya menyayangkan ada beberapa kepala daerah yang tidak hadir. Saya catat itu. Bupati Solok tidak hadir. Wali Kota Payakumbuh katanya ada acara. Wali Padang Panjang, Wali Kota Padang tidak hadir,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tito menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan jika yang hadir adalah wakil kepala daerah atau sekretaris daerah. Namun, jika selain itu, dia menyayangkan karena bukan pengambil keputusan.

“Di luar tingkat yang lain saya tahu mereka bukan pengambil keputusan. Kita ini yang hadir adalah pemgambil keputusan,” ungkapnya. / benpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *