BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....

Wali Kota Riza Falepi Tak Ingin Berlama-lama Layani Warga

Payakumbuh -Pernahkah anda berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) di Balaikota Payakumbuh? Pasti sesekali anda bertanya kenapa MPP terasa sepi? Kenapa tidak banyak yang antri mambludak saat ingin mendapatkan layanan kependudukan disana?

Wali Kota Riza Falepi menyebut tak ingin berlama-lama berurusan dengan warganya, hal ini disampaikannya saat di wawancara pada Minggu (12/2) malam.

“Pengunjung di MPP pasti terlihat sepi, kita bahkan saat ngantor juga merasakannya, itu bukti kita tak ingin berlama-lama berurusan dengan warga,” kata Riza.

Ketika ditanyakan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Payakumbuh Harmayunis, dirinya menerangkan sepinya MPP itu bukan karena tidak banyak warga yang mendapat pelayanan, tetapi karena pelayanannya itulah yang super cepat.

“Contohnya untuk urus KTP dan KK saja tak butuh lama, paling 5 sampai 10 menit selesai, warga sudah bisa langsung pulang bawa berkasnya,” katanya.

Harmayunis juga bercerita pernah ada warga yang pindah ke Pasaman, sedangkan motornya berplat nomor Payakumbuh dan ingin membayar pajak kendaraan bermotornya ke konter Samsat di MPP, warga tersebut membawa bekal nasi dari rumahnya dengan perkiraan akan lama mengurus pajak tersebut.

“Warga itu mengaku tercengang, dirinya mengira bayar pajak motor disini bakal lama, untuk itu membawa bekal makan siang, tau-taunya 5 menit selesai, hanya pindah konter saja ke Bank Nagari di sebelah pajaknya dibayar,” kata Harmayunis.

Pernyataan tak ingin berurusan lama-lama melayani warga yang disampaikan Riza Falepi ini bukan tanpa alasan, pemangkasan birokrasi yang dilakukan Pemko di bawah nahkoda Riza mengikuti instruksi pemerintah pusat, selain itu Riza juga menginginkan ada hemat waktu dan efisiensi kerja ASN selaku pelayan masyarakat.

“Bisa kita bayangkan bila warga yang mengurus surat-surat itu adalah petani atau pedagang, mereka harus meninggalkan pekerjaannya demi mengurus berkas-berkas yang diperlukan, artinya kalau waktu mereka tersita lama-lama, berapa pendapatan mereka yang hilang akibat itu?,” terang Riza.

Kemudahan dan efektifitas pelayanan menjadi perhatian bagi Wali Kota dua periode ini, menurut Riza di zaman serba canggih sekarang semuanya diatur oleh sistem secara digital, tinggal bagaimana Pemda memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan birokrasi yang baik.

“Kita sudah bilang, MPP hadir bukan untuk pelayanan saja, namun bagaimana masyarakat bahagia dengan sebuah pelayanan dalam 1 atap, keterpaduan itu dikonsep sedemikian rupa dengan petugas-petugas yang mumpuni di bidangnya,” pungkas Riza. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *