BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wako Riza : Mulai Besok Sudah Bisa Bayar Air Di Loket

Payakumbuh — Adanya informasi sekelompok masyarakat Kota Payakumbuh berduyun-duyun membayar tagihan air di PDAM Kota Payakumbuh, Senin (20/4) pagi, menimbulkan kerisauan oleh Wali Kota Riza Falepi. Pasalnya, secara kepala daerah Riza sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, Pemko menerapkan physical distancing dan social distancing.

Terkait adanya aktifitas keramaian dalam pembayaran tagihan di PDAM itu, Wali Kota Riza Falepi menegaskan hal itu tidak seharusnya terjadi, bila PDAM menerapkan sistem IT di loket-loket yang tersebar. Wali Kota mengakui, sistem IT itu pernah bermasalah dan telah dikembangkan kembali oleh Pemko.

“Dulu IT nya bermasalah, karena providernya berantem, terus sudah tidak bisa melayani kita. Akibatnya kita jadi korban, akhirnya saya develop sendiri, dan sudah selesai minggu lalu. Dengan IT baru bisa bayar di 23 loket di Payakumbuh yang menyebar di 5 kecamatan,” ungkap Wako Riza.

Riza menyesalkan, adanya kelalaian petugas dengan belum menyikapi hal ini, ditambah ini terjadi akibat Perda PDAM belum ada, kadang sulit membangun manajemen yang baik.

“Akhirnya saya selesaikan hari ini, dan mulai besok sudah ndak boleh ngumpul-ngumpul bayar PDAM lagi, dengan mengaktifkan IT yang sudah selesai itu tanpa menunggu gerak kabag pelanggannya. Besok sudah bisa bayar di berbagai loket yang tersebar di seluruh kecamatan,” pungkas Wako Riza.

Riza berharap agar warga yang membayar tagihan air jangan menunggu deadline, jangan sampai tunggu batas akhir pembayaran, karena nanti akan terjadi keramaian disaat antri.

Terkait pembayaran air gratis bagi warga terdampak Covid-19, seperti yang pernah di rilis Humas Pemko Payakumbuh, Wali Kota menjelaskan rekening PDAM yang digratiskan itu untuk warga adalah pemakaian air di bulan April dan Mei.

“Sedangkan pemakaian sebelumnya yang pembayarannya jatuh di bulan April tetap menjadi tanggung jawab pelanggan,” kata Riza.

“Kemudian untuk mempermudah, manfaatkan loket yang tersebar di seluruh kecamatan kita, hindari kerumunan!,” himbau Riza. (benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *