BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Wako Riza Falepi : Belum Satupun Bantuan Dampak Covid-19 Yang Turun, Yang Ada Baru Bantuan Spontan

Payakumbuh — Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, meminta warga kota untuk tetap bersabar, sehubungan belum satupun bantuan dampak sosial dan dampak ekonomi akibat wabah virus corona, turun ke Payakumbuh.

“Bantuan sosial yang dijanjikan pemerintah, baik dari pusat ataupun dari provinsi serta dari Pemko Payakumbuh, belum satupun yang turun. Dinas terkait dengan urusan bantuan ini masih melakukan pendataan ditingkat kelurahan,” jelas walikota, Minggu (19/4) sore.

Jika ada di antara warga kota yang sudah menerima bantuan, itu bukan bantuan yang berasal dari pemerintah. Tapi, merupakan bantuan spontan dari pribadi-pribadi orang yang punya penghasilan lebih.

“Seperti organisasi perantau, alumni sejumlah sekolah serta beberapa dermawan di kota ini. Penyerahan bantuan tersebut, tidak dikoordinir pemko,” sebut walikota.

Menurut walikota, prinsipnya semua warga kota yang terdampak Covid-19, di Payakumbuh akan dibantu. Besarannya, akan disamakan dengan bantuan pusat, Rp600 ribu/KK per bulan, selama tiga bulan.

Bantuan dibagi dalam tiga kategori, ada yang berasal dari pemerintah pusat, dari pemprov dan dari pemko sendiri. Dalam pendistribusian bantuan ini, tambah walikota,

“Masyarakat didata secara selektif, intinya, tidak ada warga yang berhak menerima yang tidak kebagian dan tidak ada penerima ganda,” tegas walikota.

Bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang terlewatkan dalam pendataan, silahkan mendatangi kelurahan untuk membuktikan, jika diri yang bersangkutan berhak menerima bantuan dampak pandemi Covid-19. (benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *