BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wako Ramlan Temui Warga Yang Direlokasi Untuk Pindah Dari Bibir Ngarai

Wako Ramlan Temui Warga Yang Direlokasi Untuk Pindah Dari Bibir Ngarai

 

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, — Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menemui warga yang direlokasi dari bibir ngarai, ke salah satu MDA yang berada di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang (BCKR), Jumat (28/11). Selain memberikan support, wako juga sampaikan harapan, untuk warga agar tidak lagi tinggal di bibir ngarai, yang rawan dengan longsor.

 

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir, cukup berdampak pada Kota Bukittinggi. Setidaknya, ada dua titik longsor di Kelurahan BCKR. Selain itu, terdapat 15 pohon tumbang, lima lokasi genangan air, di Sanjai, Garegeh, Talao dan sejumlah daerah lainnya.

 

Meski tidak ada korban jiwa, namun pemerintah berharap, warga terus waspada. Cuaca ekstrem diprediksi masih terus berlanjut. Untuk sementara, dari Kelurahan BCKR, diungsikan sebanya 16 KK dengan 49 jiwa.

 

“Kemarin masih ada longsor di Bukik Cangang, ada dua titik. Sekarang warga di sana yang kita ungsikan sebanyak 16 KK dengan 49 jiwa, termasuk anak anak. Mereka kita ungsikan di MDA di daerah setempat,” ungkap Ramlan.

 

Wako meminta warga agar menjauhi bibir ngarai dan kawasan rawan longsor lainnya. Karena musibah dan bencana, bisa terjadi kapan saja dan untuk antisipasi korban jiwa dan kerugian materil, Pemko Bukittinggi telah menerbitkan perda tata ruang sejak beberapa tahun lalu.

 

“Kita dari pemerintah tentu ingin masyarakat itu aman dan nyaman. Namun persoalannya, masih ada warga kita yang tinggal di bibir ngarai. Makanya, perda tata ruang itu mengatur hal tersebut. Ada jarak aman dari pinggir ngarai, untuk bisa ditinggali. Untuk itu, kita di pemerintah tidak mengizinkan untuk tinggal di sana, karena resikonya besar. Pemerintah berharap, warga yang berada di pinggir ngarai ini, bisa pindah ke lokasi yang aman dan nyaman,” harap Wako.

 

Saat ini, para pengungsi terus diberikan perhatian, bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, kepolisian, TNI dan dari MBG, termasuk dari pihak kesehatan, untuk mencek kesehatan para pengungsi.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *