BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Wako Padang Panjang Dukung Peningkatan Kapasitas Pers

PADANGPANJANG – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, BBA Dt Paduko Malano menyatakan siap membantu peningkatan kapasitas pers dalam satu bentuk kerjasama dengan kelembagaan pers yang ada dan legal.

“Secara institusi saya siap membantu peningkatan kapasitas wartawan di Padang Panjang melalui kerjasama kelembagaan Pers,” kata Fadly Amran dalam acara silaturahmi dan diskusi bersama jajaran Pers di Padang Panjang, Minggu (26/) di Pendopo Walikota.

Acara silaturahmi dan diskusi ini merupakan gelaran interaktif antara walikota dengan kalangan Pers dengan membahas sejumlah isu dan program perkuatan kinerja Pemko Padang Panjang. Mengingat bobot diskusi, acara dilaksanakan agak tengah malam di ruangan kerja pribadi rumah walikota.

Salah satu isu serius yang dibahas adalah menyangkut model kerjasama pemko dan Pers di Padang Panjang. Ketua PWI Padang Panjang Jasriman SAg memaparkan kondisi kinerja wartawan yang belum semuanya memeroleh sertifikasi dari PWI.

“Masalahnya adalah tidak semua wartawan bergabung dengan PWI. Ada yang berhimpun ke organisasi wartawan tapi tidak terintegrasi dengan Dewan Pers alias organisasi atau himpunan wartawan yang bersifat lokal saja,” jelas Jasriman.

Dengan kondisi ini, katanya, menyulitkan bagi PWI dan Kominfo dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan wartawan ke depannya. “Mereka banyak berdiri sendiri alias memiliki media sendiri tetapi belum terakreditasi di Dewan Pers,” tambah wartawan Harian Singgalang ini.

Sejumlah wartawan termasuk yang berasal dari non PWI sepakat untuk melakukan upaya peningkatan kapasitas dengan cara terlebih dahulu menawarkan pemikiran itu kepada anggota wartawan non PWI.

Jika mereka setuju, ujar Rifnaldi alias Ace, salah satu Ketua organisasi wartawan non PWI, akan dilakukan upgrading kelembagaan perusahaan media yang bersangkutan sampai diakui oleh Dewan Pers dan mengikutkan wartawan sekaligus pemimpin media tersebut dalam uji kompetensi wartawan melalui PWI atau organisasi wartawan yang diakui Dewan Pers.

Siap Mendukung

Sementara itu, Walikota Fadly Amran menyatakan dirinya secara kelembagaan siap mendukung peningkatan kapasitas wartawan di Padang Panjang melalui berbagai pelatihan, pendidikan kewartawanan maupun dalam bentuk seminar.

“Silahkan PWI dan organisasi Pers legal mengajukan proposal kerjasama melalui kominfo. Sebab saya menginginkan para wartawan juga bisa bekerja dan berkontribusi secara profesional untuk daerah ini,” kata Fadly.

Selama proses perkuatan dan peningkatan kapasitas wartawan ini dilakukan, Pemko Padang Panjang belum akan menerapkan aturan dan model kerjasama peliputan yang baru. “Tetapi setelah proses itu selesai baru kita tetapkan bentuk dan kerjasama yang baru dan saya jamin jauh lebih nyaman dari kerjasama saat ini, ” jelasnya.

Forum silaturahmi dan diskusi menyepakati seluruh unsur kelembagaan dan organisasi wartawan baik PWI dan non PWI untuk mempersiapkan program proposal perkuatan dan kemampuan legal perusahaan pers yang ada di Padang Panjang sesuai yang dipersyaratkan oleh Dewan Pers.

Walikota Fadly Amran mengemukakan pihaknya menginginkan hubungan antara Pers dan Pemko ke depan akan lebih profesional jika wartawan dan perusahaannya sudah terakreditasi secara hukum, sehingga segala bentuk kemitraan Pers dan Pemko dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Saya tidak antikritik. Tetapi harus jelas siapa dan media apa yang melakukan kritik itu. Jika suatu saat terjadi masalah antara Pers dan Pemko dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Saya tidak mau adanya kiritik yang dilontarkan oleh wartawan dan media yang tidak jelas dasar hukum pendiriannya, ” kata Fadly. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *