BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Irfendi Arbi Peduli Bencana, Antar Bantuan ke Posko Wartawan

Teks foto: Irfendi Arbi Peduli Bencana, Antar Bantuan ke Posko Wartawan, Sabtu 18 Mei 2024.     Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Apa...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR Nasional PAYAKUMBUH

Dilirik Banyak Calon Untuk Berpasangan, Joni Hendri Mendaftar ke PPP dan Nasdem

Teks foto: Dilirik banyak calon untuk berpasangan, sebelum mendaftar, ketua IKK Joni Hendra berfoto dulu dengan bakal calon walikota Payakumbuh...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR TOKOH

Menyonsong Pilkada Limapuluh Kota 2024, Nama Irfendi Arbi di Demokrat Belum Tergores

Teks foto: Irfendi Arbi mendaftar, ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Demokrat kabupaten Limapuluh Kota, langsung diterima ketua DPC Demokrat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Cuaca Ekstrim dan Hujan, dr. Efriza Naldi Tetap Teruskan Niatnya Mendaftar ke PAN dan Demokrat

Teks foto: Cuaca ekstrim dan hujan dr. Efriza Naldi, SPoG tak goyah, tetap teruskan niatnya maju sebagai calon walikota Payakumbuh...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Serius Maju Menuju BA 1 M, Joni Hendri Mendaftar ke PKB, PAN dan Ngambil Formulir ke PPP

Teks foto: Joni Hendri bersama rombongan antarkan formulir pendaftaran calon walikota Payakumbuh ke DPC PKB, Senin 6 Mei 2024.  ...

Wako Fadly Amran: Mustahil Memuaskan Semua

Payakumbuh.com – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, saat berpidato di Rapat Paripurna Pelantikan Pimpinan DPRD, Senin (24/5) menyatakan mustahil manusia bisa memuaskan semua orang.

“Manusia adalah makhluk tidak tidak sempurna, maka sangat mustahil seorang manusia mampu memuaskan semua orang,” ujar Fadly Amran.


Dia mengemukakan setiap manusia juga memiliki pola pikir yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Maka tak salah adat Minangkabau mengatakan “kapalo samo babulu, pandapek balain lain (kepala sama berbulu, tapi pendapat berbeda beda,”)katanya.

Tetapi masih mengutip Falsafah adat Minang, Fadly Amran mengemukakan, meskipun terjadi perbedaaan pendapat tetapi tidak ada satu masalah pun yang tidak bisa diselesaikan.

Di dalam filosofi adat ditamsilkan dalam kata, bulek aie ka pambuluah, bulek kato ka mufakat (bulat air karena pembuluh, bulat kata karena musyawarah).

Artinya, kata Fadly, semua kita harus bersikap dewasa dalam menjalankan demokrasi. Sebab ketidakdewasaan dalam berdemokrasi hanya menghasilkan perpecahan dan pertentangan. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *