BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...
BERITA UTAMA

Hindari Sengketa Tanah Ulayat, Rezka Oktoberia Apresiasi Mentri ATR/BPN

Limapuluh Kota - Rezka Okberia Anggota DPR RI dari Komisi yang juga bermitra dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang /...
BERITA UTAMA

Baru Beberapa Hari Dipimpin Jasman , Pemko Payakumbuh Raih Prestasi TP2DD

Payakumbuh—Upaya digitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menoreh prestasi. Kali ini, Payakumbuh dinobatkan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Tuo Balai Nagari Koto Nan Ampek Ucapkan Selamat Buat PJ Walikota Payakumbuh Jasman Rizal

Padang--- Hadir saat acara pelantikan Pj Walikota Payakumbuh Jasman Rizal di Auditorium Gubernur Sumbar, Jumat (29/9/2023). Tuo Balai salah seorang...

Wako Fadly Amran: HP Sekda Jangan Pernah Mati

Walikota Fadly Amran sedang mengambil sumpah jabatan Sekdako Padang Panjang yang baru Sonny Budaya Putra.

PADANGPANJANG – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano, saat melantik Sekdako Padang Panjang yang baru Sonny Budaya Putra (SBP), Senin (20/9) meminta jangan sampai mematikan HP.

“handphone Sekdako harus hidup selama 24 empat jam. Sebab Sekdako harus bisa maksimal membantu walikota dan wakil walikota melayani permintaan masyarakat,” kata Fadly Amran.

Ditegaskannya, bahwa harapan masyarakat terhadap kepemimpinannya sangat tinggi. Baik itu dalam bentuk pengembangan kota Padang Panjang maupun dalam bentuk pelayanan langsung terhadap masyarakat.

Oleh sebab itu, kata Fadly, Sekdako harus bisa membantu baik dalam hubungan dengan forum komunikasi pimpinan daerah, DPRD, tokoh masyarakat, masyarakat dan ASN sendiri.

“Khusus terhadap ASN, Sekdako harus bisa menjadi teladan dan contoh yang baik,” pinta Fadly.

Fadly mengemukan bahwa dirinya bersama Wakil Walikota Drs Asrul bertekad membangun kejayaan kota Padang Panjang kembali. Dulu kota Padang terkenal sebagai pusat perdagangan di Sumatra Barat.

Dalam kondisi kikinian, Walikota Padang Panjang menginginkan citra Padang Panjang lama itu bisa diwujudkan dalam bentuk kejayaan baru.

Walikota termuda di dunia ini memiliki sejumlah program pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan kejayaan kota Padang Panjang, salah satunya adalah Smart City.

Fadly juga meneruskan pengembangan kota Padang Panjang sebagai pusat pendidikan agama Islam terkenal di dunia. Selain itu, Fadly juga menjadikan kota Padang Panjang sebagai kota literasi dimana disetiap sudut kantor dan instansi dibangun pojok membaca.

Padang Panjang juga dipersiapkan menjadi kota olahraga dengan fasilitas dan sarana olahraga terlengkap, sehingga hal ini dapat memicu peningkatan prestasi atlit sekaligus peningkatan derajat kesehatan masyarakat, plus menjadikan Padang Panjang sebagai kota wisata olahraga.

Dengan banyaknya harapan dan gagasan itu, kata Fadly Amran, maka peranan seorang Sekdako menjadi sangat penting dan strategis. Oleh karena itu, seorang Sekdako harus mampu membangun komunikasi dengan banyak pihak.

“Itulah alasannya mengapa saya meminta Sekdako tidak boleh mematikan hpnya,” jelas Fadly.

Walikota Fadly Amran berpendapat bahwa penunjukan Sonny Budaya Putra sebagai Sekdako definitif sudah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang.

Dengan bekal pengalaman yang cukup mumpuni, walikota berjerambas ini berharap Sonny mampu mengemban amanah itu dengan baik.

Dalam kesempatan sama Walikota juga mengucapkan terimakasih kepada mantan Penjabat Sekdako Martoni yang selama 7 bulan lebih membantu walikota menyelesaikan sejumlah PR besar, salah satunya penempatan pedagang di Pasar Padang Panjang.

Terakhir, walikota meminta para tokoh masyarakat dan seluruh elemen senantiasa memberikan masukan, bahkan kritikan sekalipun. Hal itu dibutuhkan agar berbagai kebijakan dan program berjalan tepat sesuai harapan masyarakat.

“Jangan biarkan kami jalan sendiri, ingatkan kami selalu jika ada hal yang tidak pada tempatnya. Kami tidak anti kritik, salah sampaikan kritikannya,” pintanya. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *