BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wako Fadly Amran: HP Sekda Jangan Pernah Mati

Walikota Fadly Amran sedang mengambil sumpah jabatan Sekdako Padang Panjang yang baru Sonny Budaya Putra.

PADANGPANJANG – Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano, saat melantik Sekdako Padang Panjang yang baru Sonny Budaya Putra (SBP), Senin (20/9) meminta jangan sampai mematikan HP.

“handphone Sekdako harus hidup selama 24 empat jam. Sebab Sekdako harus bisa maksimal membantu walikota dan wakil walikota melayani permintaan masyarakat,” kata Fadly Amran.

Ditegaskannya, bahwa harapan masyarakat terhadap kepemimpinannya sangat tinggi. Baik itu dalam bentuk pengembangan kota Padang Panjang maupun dalam bentuk pelayanan langsung terhadap masyarakat.

Oleh sebab itu, kata Fadly, Sekdako harus bisa membantu baik dalam hubungan dengan forum komunikasi pimpinan daerah, DPRD, tokoh masyarakat, masyarakat dan ASN sendiri.

“Khusus terhadap ASN, Sekdako harus bisa menjadi teladan dan contoh yang baik,” pinta Fadly.

Fadly mengemukan bahwa dirinya bersama Wakil Walikota Drs Asrul bertekad membangun kejayaan kota Padang Panjang kembali. Dulu kota Padang terkenal sebagai pusat perdagangan di Sumatra Barat.

Dalam kondisi kikinian, Walikota Padang Panjang menginginkan citra Padang Panjang lama itu bisa diwujudkan dalam bentuk kejayaan baru.

Walikota termuda di dunia ini memiliki sejumlah program pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan kejayaan kota Padang Panjang, salah satunya adalah Smart City.

Fadly juga meneruskan pengembangan kota Padang Panjang sebagai pusat pendidikan agama Islam terkenal di dunia. Selain itu, Fadly juga menjadikan kota Padang Panjang sebagai kota literasi dimana disetiap sudut kantor dan instansi dibangun pojok membaca.

Padang Panjang juga dipersiapkan menjadi kota olahraga dengan fasilitas dan sarana olahraga terlengkap, sehingga hal ini dapat memicu peningkatan prestasi atlit sekaligus peningkatan derajat kesehatan masyarakat, plus menjadikan Padang Panjang sebagai kota wisata olahraga.

Dengan banyaknya harapan dan gagasan itu, kata Fadly Amran, maka peranan seorang Sekdako menjadi sangat penting dan strategis. Oleh karena itu, seorang Sekdako harus mampu membangun komunikasi dengan banyak pihak.

“Itulah alasannya mengapa saya meminta Sekdako tidak boleh mematikan hpnya,” jelas Fadly.

Walikota Fadly Amran berpendapat bahwa penunjukan Sonny Budaya Putra sebagai Sekdako definitif sudah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang.

Dengan bekal pengalaman yang cukup mumpuni, walikota berjerambas ini berharap Sonny mampu mengemban amanah itu dengan baik.

Dalam kesempatan sama Walikota juga mengucapkan terimakasih kepada mantan Penjabat Sekdako Martoni yang selama 7 bulan lebih membantu walikota menyelesaikan sejumlah PR besar, salah satunya penempatan pedagang di Pasar Padang Panjang.

Terakhir, walikota meminta para tokoh masyarakat dan seluruh elemen senantiasa memberikan masukan, bahkan kritikan sekalipun. Hal itu dibutuhkan agar berbagai kebijakan dan program berjalan tepat sesuai harapan masyarakat.

“Jangan biarkan kami jalan sendiri, ingatkan kami selalu jika ada hal yang tidak pada tempatnya. Kami tidak anti kritik, salah sampaikan kritikannya,” pintanya. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *