BERITA UTAMA

Pemko Payakumbuh Dan DPRD Tegaskan Komitmen Antikorupsi Dalam Rakor KPK Wilayah I.

Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Wilayah I pada Jumat, 9 Mei 2025, di Lantai 16 Gedung...
BERITA UTAMA

Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-61 Lapas Klas llB Tanjung Pati dan BNN Gelar Razia Kamar Termasuk Tes Urine Warga Binaan

Payakumbuh — Dalam rangka menyambut hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pati menggelar kegiatan razia blok...
BERITA UTAMA

Bazar Ramadhan Sukses Digelar, Wakil Wali Kota Payakumbuh Hadiri Penutupan

Payakumbuh – Bazar Ramadhan yang berlangsung selama 10 hari di Gedung Serbaguna Unand Cabang Payakumbuh resmi ditutup pada Jumat (21/3)....
BERITA UTAMA

Jamin Kestabilan Harga dan Kebutuhan Sembako Selama Ramadhan, Hendrajoni Tinjau OPM di Balai Kamih Kambang

Ket : Foto Bupati Pessel, Hendrajoni, dengan didampingi Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Firdaus, saat meninjau operasi pasar murah di...
BERITA UTAMA

DPRD Pesisir Selatan Gelar Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Pesisir Selatan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Rapat Paripurna Tahun 2024-2025 dalam rangka serah terima...

Wakil Wali Kota Bukittinggi Hadiri, Talkshow 121 Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, — Dalam memperingati 121 tahun Bung Hatta, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukittinggi mengadakan Festival Bung Hatta yang melibatkan berbagai kegiatan. Salah satu acara yang diadakan adalah Talkshow “Bangkit Bersama Literasi Inklusi” yang diadakan di Auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Hatta pada Selasa, (15/8).

Wakil Wali Kota Bukittinggi, H. Marfendi, mengatakan, Bukittinggi adalah kota Bung Hatta. Pemerintah kota ingin mendorong mentalitas, disiplin, dan semangat kebersamaan yang dimiliki oleh Bung Hatta untuk diteladani oleh generasi muda Bukittinggi.

Sosok Bung Hatta tetap abadi dan terus dihargai oleh zaman. Sederhananya sangat menginspirasi dan mengidolakan oleh generasi saat ini. Salah satu semangatnya adalah semangat membaca, yang tidak terhenti meskipun ia berada dalam penjara. Bung Hatta pernah mengatakan “Aku rela dipenjara asal dengan buku”, menunjukkan betapa pentingnya membaca baginya, bahkan dalam situasi sulit.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, M. Syarif Bando, sebagai Keynote Speech, menekankan bahwa generasi muda sebagai penerus bangsa dan masyarakat sekarang harus mewarisi semangat Bung Hatta. Bung Hatta dan para pendiri bangsa lainnya membela negara dengan semangat ilmu pengetahuan.

Pendiri Indonesia termasuk Bung Hatta adalah kutu buku. Mereka membaca buku-buku dari dalam dan luar negeri. Bung Hatta bahkan membawa 16 buku ke Boven Digul saat berada dalam pengasingan. Oleh karena itu, semangat perjuangan dan cinta literasi Bung Hatta dan Bung Karno harus diwariskan kepada generasi muda.

Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Leksi Hedrifa, menyatakan bahwa Bung Hatta tetap dikenang sampai sekarang. Konsep dan karakter Bung Hatta masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam zaman sekarang.

Bung Hatta mempraktikkan budaya membaca di keluarganya. Hal ini tercermin dalam “Indonesia Kecil” yang diterapkan dalam keluarganya. Setiap anak Bung Hatta memiliki koleksi buku sendiri. Ini menunjukkan cintanya pada buku dan dedikasinya untuk mengajarkan cinta membaca kepada anak-anaknya.

Pada kesempatan tersebut, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta juga meluncurkan buku antologi puisi “Madah Teruna Untuk Hatta Membingkai Bung Hatta dalam Puisi.” Festival Bung Hatta juga mencakup berbagai kegiatan seperti Workshop Jurnalistik, Pameran Bung Hatta, Peluncuran Buku Puisi, Internalisasi Pemikiran Bung Karno, dan Talkshow.

Generasi muda saat ini cenderung lebih tertarik pada hal-hal hedonistik dan memiliki minat membaca yang rendah. Marfendi berpendapat bahwa untuk memastikan masa depan yang cerdas, generasi muda harus diberdayakan melalui literasi dan kegemaran membaca.

Putri Proklamator Bung Hatta, Halida Hatta, menyatakan bahwa Bung Hatta selalu dikaitkan dengan buku. Beliau adalah seseorang yang sangat cinta buku dan mengajarkan hal ini pada anak-anaknya. Semangat cinta buku yang ditanamkan oleh Bung Hatta dalam keluarganya tetap hidup hingga saat ini.

Talkshow “121 Tahun Bung Hatta” yang dimoderatori oleh Muhammad Subhan menghadirkan narasumber seperti Kepala Perpustakaan Nasional RI M. Syarif Bando, Putri Bung Hatta Halida Hatta, Deputi Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Ivan Ahda, dan Gamal Albensaid. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

( Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *