BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wagub Sumbar: Silaturrahmi antara Rantau dan Ranah Kekuatan Majukan Daerah

JAKARTA – Kita berharap silaturrahmi antara Rantau dan Ranah terus terjalin dengan baik. Jalinan Ranah dan Rantau ini merupakan kekuatan dan semangat kita bersama-sama dalam memajukan pembangunan Sumatera Barat, kecintaan kampung halaman yang tidak akan ada putusnya.

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam sambutannya pada Acara Halal bi Halal, Marentang Sayang, Merangkul Cinta Indojalito Peduli di Hotel Mahakam Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).

Yang hadir tokoh-tokoh perantau Fahmi Idris, Reydonnyzar Moenek , Shaddiq Pasadigue, Nazif Basir dan Elly Kasim, tokoh dan masyarakat perantau lainnya serta pengurus dan anggota Indojalito Jakarta.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit sampaikan, adanya perkumpulan perantau dimasing-masing daerah diluar Sumatera Barat merupakan wadah yang baik dalam membangun silaturrahmi kekeluargaan yang sesama perantau maupun silaturrahmi bersama untuk kampung halaman masing-masing.

Dengan kondisi daerah Sumatera Barat dimana Pendapat Asli Daerah (PAD) masuk kategori daerah terkecil dibandingkan dengan daerah provinsi lainnya di Indonesia. Namun disisi lain SDM Sumatera Barat memiliki potensi yang baik termasuk para perantau, mampu bersaing dengan kondisi daerah yang mereka tempati.

Kepedulian para perantau dalam memajukan pembangunan daerah sudah terlihat nyata, bahkan Indojalito peduli turun langsung ke daerah kabupaten kota ikutserta memajukan pembangunan di Sumbar, ungkapnya.

Nasrul Abit juga menambahkan peran perantau memperhatikan kemajuan daerah amatlah dibutuhkan, terutama dalam keikut sertaan dalam pembangunan nagari masing-masing karena ada ketebatasan kemampuan baik pelayanan, dana maupun dalam aturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Sinegritas ranah dan rantau dalam berbagai sektor pembangunan, tentulah amat membantu percepatan kemajuan daerah terutama dalam upaya meningkatkan semangat kemandirian masyarakat menata kehidupannya agar lebih baik dan sejahtera dari waktu ke waktu.

Mudahan kegiatan dan silaturrahmi para perantau dan kepedulian terhadap ranah terus terbangun dengan baik, sebagai merentang sayang, merangkul cinta.

Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sumatera Barat, mengapresiasi serta memberikan penghargaan yang tinggi atas semua partisipasi dan kepedulian para perantau dalam ikutserta memajukan pembangunan di Sumatera Barat, ujar Nasrul Abit.

Ketua panitia Astri Asgani dalam kesempatan itu menyampaikan, Indojalito Peduli merupakan organisasi yang menjadi wadah untuk ibu-ibu yang perantauan yang berasal dari Minang dan sangat peduli dengan kampung halaman.

Indojalito peduli melakukan kegiatan dengan iklas tanpa mengharapkan pamrih atas dasar ingin selalu berbakti untuk kampung halaman dan keinginan selalu melestarikan kekayaan budaya alam minang kabau untuk diwariskan generasi Sumatera Barat secara turun temurun, harapnya. (zs/jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *