BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Wagub : LGBT di Sumbar 19000 Orang

Nasrul Abit

PADANG, payakumbuhpos.com-Perilaku seks menyimpang dan narkoba di Ranah Minang bagaikan tak terbendung. Korban narkoba sudah melebihi angka 100 ribu. Sedangkan keberadaan LGBT di Sumbar terus meningkat tajam.

“Jika tahun 2015 hanya tercatat 6000 orang, lalu tahun 2016 menjadi 9000 ribu, namun pada tahun 2017 menjadi 19.000,” kata Wagub Sumbar Nasrul Abit saat memimpin Tim Rombongan Safari Ramadhan Khusus di Masjid Hidayah Jalan Tunggang Kota Padang, tadi malam 17/05.

“Data di Rumah Sakit Dr M.Djamil Padang bahwa yang mengidap penyakit HIV/Aids 70 persen dari perilaku seks menyimpang alias LGBT, hanya 30 persen yang berasal WTS,” sebut Wagub.

Untuk memberantas narkorba dan LGBT itu perlu gerakkan bersama mulai dari RT/RW, lurah, camat dan elemen masyarakat lainnya untuk memberantas nya

Jika sudah kena nakorba apalagi masuk jaringan mereka, anak kita tidak akan punya masa depan lagi. Karena kualitas pemikiran, kecerdasan dan kepribadian generasi mudah kita telah rusak akibat narkoba.

“Karena itu perlu kegiatan pencegahan diri terutama dari perhatian orang tua, guru dan lingkungan masyarakat tampat tinggal,” ajaknya.

Selain itu Wagub Nasrul Abit juga mengingatkan,  saat ini kita perlu super pengawasan ketat, agar tidak menyesatkan anak-anak kita dari prilaku seks menyimpang Lesbian, Gay, Bisexsual, dan Transgender (LGBT)

Persoalan LGBT ini memang ujian dari filosofi budaya kita, Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dan kelihatan iman dan praktek budaya kita ternyata lemah.

Ada data perkembangan LGBT di Sumbar pada tahun 2015  berjumlah 6.000 orang, tahun 2016 menjadi 9.000 dan tahun 2017 ini amat mengejutkan kita menjadi 19.000 orang terlibat. Data Rumah Sakit M. Djamil Padang, dari kasus penyakit HIV /Aids, 70 % berasal dari seks menyimpang pelaku LGBT,  hanya 30 % dari WTS.

“Penyakit HIV/Aids merupakan penyakit yang sampai saat ini hampir tidak ada obatnya, hanya menunggu ajal tiba saja hidup akan sia-sia,” ingat Nasrul Abit.

Ketua Pengurus Masjid Hidayah Nasri Yunus menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumbar dibawah pimpinan Wagub Nasrul Abit. (hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *