BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

UNESCO Tetapkan Tambang Ombilin Sawahlunto Warisan Dunia

PAYAKUMBUHPOS.COM – Tambang batubara Ombilin ditetapkan sebagai Warisan Dunia hasil sidang Komite Warisan Dunia UNESCO PBB pada
Sabtu 6 Juli 2019 hasil sidang Komite Warisan Dunia UNESCO PBB ke 43 di Baku Azerbaijan.

Perjalanan panjang Sawahlunto mengusung ” Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto” menjadi warisan dunia UNESCO menambah catatan koleksi warisan dunia yang dimiliki Indonesia, yakni 11 situs warisan dunia di Indonesia yang sebelumnya sudah ditetapkan UNESCO. Mulai dari Candi Borobudur, Prambanan, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, Situs Manusia Purba Sangiran, Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Sembilang, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, hingga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Cultural Landscape Subak Bali.

Dalm siaran Pers nya, Ketua Harian Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Prof.Dr. Areif Rachman menyatakan, bahwa penetapan status warisan dunia bukanlah tujuan utama dari diplomasi budaya. Namun sebutnya, pengakuan internasional ini, Indonesia harus dapat memastikan idenrifikasi, perlindungan, konservasi dan transmisi nilai nilai luhur warisan bangsa dapat terjadi dan berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Tata Tanur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *