BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

UNESCO Tetapkan Tambang Ombilin Sawahlunto Warisan Dunia

PAYAKUMBUHPOS.COM – Tambang batubara Ombilin ditetapkan sebagai Warisan Dunia hasil sidang Komite Warisan Dunia UNESCO PBB pada
Sabtu 6 Juli 2019 hasil sidang Komite Warisan Dunia UNESCO PBB ke 43 di Baku Azerbaijan.

Perjalanan panjang Sawahlunto mengusung ” Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto” menjadi warisan dunia UNESCO menambah catatan koleksi warisan dunia yang dimiliki Indonesia, yakni 11 situs warisan dunia di Indonesia yang sebelumnya sudah ditetapkan UNESCO. Mulai dari Candi Borobudur, Prambanan, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, Situs Manusia Purba Sangiran, Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Sembilang, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, hingga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Cultural Landscape Subak Bali.

Dalm siaran Pers nya, Ketua Harian Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Prof.Dr. Areif Rachman menyatakan, bahwa penetapan status warisan dunia bukanlah tujuan utama dari diplomasi budaya. Namun sebutnya, pengakuan internasional ini, Indonesia harus dapat memastikan idenrifikasi, perlindungan, konservasi dan transmisi nilai nilai luhur warisan bangsa dapat terjadi dan berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Tata Tanur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *