BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Tol Pekanbaru-Bangkinang Rampung, Datuak Safaruddin Terharu

Safaruddin Datuak Bandaro Rajo

Sarilamak – Jalan tol Pekanbaru-Bangkinang yang akan difungsikan tahun 2022, membuat sejumlah perantau dari Sumatera Barat merasa senang. Bupati Kabupaten Liko Sumbar, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo merasa terharu.

“Insha Allah. Sedikit lagi sampai ke Liko. Mudah-mudahan tol Padang Sicincin juga tuntas. Mari kita beritiar dan berdoa. Karena Tol Padang – Pekanbaru akan menghindupi ekonomi Sumbar khusus nya Liko dan Payakumbuh,” kata kader Golkar senior di Sumbar tadi malam via WA Call.

Menurut, mantan anggota DPRD Sumbar itu
kberadaan tol tersebut juga bakal mempermudah para perantau saat musim mudik tiba.

“Banyak perantau Ranah Minang memilih turun di Bandara Sultan Syarif Kasim Kota Pekanbaru ketika libur lebaran. Bandara tersebut dipilih untuk mensiasati mahalnya ongkos pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM)” kata Bupati Liko ini.

Menurutnya jalan tol tersebut bukan hanya mempersingkat jarak tempuh antar kedua kota, tapi juga memberikan keleluasaan kepada pemudik untuk mengatur jadwal perjalanan.

“Insha Allah segera dilanjutkan tol sampai ke Payakumbuh, biar lebih cepat. Tapi, sudah ada tol Pekanbaru-Bangkinang juga lebih baik, Pekanbaru-Bangkinang biasanya juga macet menjelang lebaran,” ujarnya.

Adapun tol Pekanbaru-Bangkinang memiliki panjang 40 kilometer. Tol ini akan mempersingkat jarak tempuh Pekanbaru-Bangkinang menjadi 40 menit, dari semula lebih kurang satu jam perjalanan.

Nantinya, proyek tol yang digarap PT Hutama Karya ini bakal berlanjut hingga ke Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Seorang perantau Minang Cintia mengatakan sebagian perantau Minang memilih turun di bandara kota Pekanbaru lantaran mahalnya harga tiket pesawat menuju kota Padang saat mudik tiba.

Sebagai gambaran, harga tiket pesawat kelas ekonomi pada H-7 menuju kota Padang bisa menembus diatas Rp1 juta. Sedangkan pada momen yang sama harga tiket menuju Kota Pekanbaru masih berada pada kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

“Kalau pun dipesan jauh-jauh hari biasanya tetap lebih mahal ke kota Padang ketimbang kota Pekanbaru. Bahkan untuk H-1 harga tiket ke Padang sudah lebih dari Rp2,5Rp2,5 juta itu pun dapatnya penerbangan transit,” terangnya.

Lebih mahalnya ongkos ke Padang ketimbang menuju Pekanbaru dilatari aksi maskapai untuk ambil untung, mengingat banyaknya perantau yang ingin pulau kampung.

Umumnya perantau Minang yang memilih turun di kota Pekanbaru adalah penduduk yang tinggal di Kabupaten Limapuluh kota. Sebagai informasi Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, tepatnya di wilayah Kabupaten Kampar.

Kondisi geografis tersebut memungkinkan para perantau di kota Pekanbaru alih-alih di Kota Padang.

Adapun jarak Pekanbaru-Padang memakan waktu tempuh 8-10 jam. Jarak ini dapat dipersingkat melalui tol Pekanbaru-Padang dengan panjang lebih kurang 254 kilometer. Tol Pekanbaru-Bangkinang dengan panjang 40 kilometer merupakan bagian dari tol ini.

Sementara itu Riko Agustari (32), warga lainnya menyebut tol Pekanbaru-Bangkinang akan mempermudah warga Kampar bepergian ke bandara, khususnya saat momen sibuk seperti libur lebaran.

“Ya mobilitas ke bandara tentu akan lebih muda, baik mengantar maupun menjemput. Biasanya harus buru-buru menuju bandara sekarang agak santai,” katanya.

Gatra/Tata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *