BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Tertimbun Tanah Longsor, 2 Pekerja Drainase di Bukittinggi Tewas

BUKITTINGGI – Dua pekerja drainase yang tertimbun longsor di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Bukittinggi, Sumbar, dipastikan meninggal dunia. .

Pekerja ini tertimbun saat melakukan penggalian drainase. Ada 10 pekerja di lokasi tersebut. 6 di atas tanah, dan 4 di dalam lubang galian, namun 2 yang tertimbun.

Kalaksa BPBD Bukittinggi Ibentaro menyebutkan, Keduanya dipastikan sudah meninggal, yakni atas nama Jodi (27) asal Pasbar dan Heri (33) asal Palupuah. Mereka masuk pukul 15.00 WIB, Senin (8/11/2021).

Disebutkannya, keduanya berada di dalam lubang galian sedalam 2 meter itu, tiba-tiba tebing di sebelah kiri yang diatasnya merupakan pagar beton, runtuh dan menimbun keduanya. Keduanya terjepit diantara tembok, namun masih terlihat dari atas permukaan.

Pengakuan saksi mata yang juga salah satu pekerja, Joni (32), menyebutkan, kejadiannya begitu cepat, dan 2 orang rekan kami tak berhasil menyelamatkan diri.

Dilansir dari katasumbar.com, keduanya sudah berhasil dievakuasi. Pekerja pertama berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.30 WIB, sementara yang pria kedua, berhasil dikeluarkan sekitar pukul 17.00 WIB.

“Evakuasi sendiri memakai alat berat dari Dinas PU PR,” ujar Ibentaro. (Jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *