BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Tak Tertarik Lagi Bahas Aset Pemkab Liko, Ini Kata Riza Falepi

PAYAKUMBUHPOS.ID – Wali Kota Riza Falepi menegaskan dirinya tidak terlalu tertarik dengan masalah aset milik Kabupaten Limapuluh Kota yang masih berada di wilayah administrasi Kota Payakumbuh, pasalnya sebentar lagi masa jabatan Riza bakal selesai.

“DPRD Kota mau bikin pansus itu hak mereka, silahkan semoga ada hasilnya. Apalagi, pihak Pemkab sepertinya merasa yang melahirkan Payakumbuh sehingga terkesan merasa paling benar, bahkan dengan kacamata aturan yang ada saja, ada komentar anggota dewannya terkesan tidak bisa menerima apa-apa yang ada dalam aturan terkait aset. Daripada kita ribut mending nggak usah dibahas karena Pemko pun nggak terlalu butuh untuk saat ini,” kata Riza kepada media, Jumat (13/8).

Riza menyebut alasan lain mengapa dirinya kurang tertarik karena di Kota Payakumbuh masih ada pilihan-pilihan lain cara membangun, dirinya berharap Pemkab Limapuluh Kota silahkan urus apa yang menjadi urusannya, karena menurut Riza masih banyak masalah lain yang lebih penting untuk diselesaikan oleh Pemkab.

“Kami tidak berniat campur tangan urusan rumah tangga mereka, dan kami juga meminta agar DPRD Limapuluh Kota untuk tidak usah ikut campur tangan urusan kota, dua instansi ini sudah punya batasan aturan masing-masing, ikuti saja batasan aturan tersebut,” kata Riza.

Riza menyebut, bahkan selama ini aset-aset milik Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang masih berada di wilayah Kota Payakumbuh selama ini juga tidak pernah diminta ataupun diganggu, karena Riza memaklumi dulunya pembentukan Kota Payakumbuh jauh dari cukup secara undang-undang.

“Tapi kami rela dan tidak mempermasalahkan. Bahwa DPRD Kota Payakumbuh ingin berpansus ria, itu hak mereka, apa tujuannya benar bisa tercapai untuk itu atau nggak kita tidak tahu,” ungkap wali kota dua periode itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *