BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....

Sumbar Dapat Rapor Merah Penanganan Covid-19, Mahyeldi: Pusat Tidak Maksimal Juga

foto, Gubenur Sumbar, Mahyeldi (Wikipedia)

PADANG  – Presiden Joko Widodo memberi rapor merah terkait penanganan Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia salah satunya, Sumatera Barat. Menanggapi hal itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan penanganan Covid-19 di Sumbar sudah jauh lebih baik.

Selain itu, menurutnya, ada korelasi antara pemerintah pusat dan daerah. Baik pemerintah pusat maupun daerah sama-sama memiliki kekurangan.

“Salah satu bukti penanganan Covid-19 di Sumbar sudah baik, semakin sedikitnya daerah di Sumbar yang terkena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” ungkap Mahyeldi di Padang, Senin (9/8/2021).

Sebelumnya, kata Mahyeldi, ada empat daerah di Sumbar yang menerapkan PPKM Darurat, yakni Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, dan Kota Solok.

Disebabkan perbaikan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah daerah, sekarang hanya Kota Padang yang menerapkan PPKM level 4.

Mahyeldi menambahkan bahwa menurutnya bupati/wali kota telah melakukan perbaikan-perbaikan dalam penangan Covid-19. Dia mengatakan, apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah tersebut harus bisa dinilai oleh pemerintah pusat sebagai suatu perbaikan penanganan Covid-19.

Tak hanya itu Mahyeldi juga mengatakan saat ininsemua pihak harus saling bersinergi. Hindari mencari kekurangan sebab itu menjadi penyebab ketidakkompakan dalam menangani pandemi ini.

“Kalau melihat kekurangan, saya kira semua memiliki kekurangan. Dari atas ada kekurangan. Kalau secara internasional, Indonesia termasuk. Berarti kan kita melihat dari pusat tidak maksimal juga. Kan begitu,” ujarnya.

Padahal upaya yang dilakukan Presiden, tambah Mahyeldi, luar biasa terkait bagaimana memberikan dukungan kepada kabupaten/kota. (*)

dikutip dari : covesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *