BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Siti Fadilah Supari Nilai Kehebohan Soal Covid-19 Varian Omicron Didramatisasi

Siti Fadilah Supari

Jakarta – Dunia kini tengah mewaspadai varian baru COVID-19 yang diberi nama Omicron. Varian yang ditemukan di Afrika Selatan itu disebut-sebut mampu menginfeksi penyintas COVID-19 alias reinfeksi.

Mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari, lantas turut berbicara mengenai Varian Omicron ini. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Realita TV, Siti Fadilah memaparkan bahwa Varian Omicron tidak seberbahaya seperti yang digembar-gemborkan selama ini.

“Omicron itu karena mutasi dari sedikit protein, tetapi strain-nya tetap yang lama. Yang berubah sifatnya adalah yang ada di ujung dari protein itu,” ungkap Siti Fadilah.

Menurut Siti Fadilah, kemunculan Varian Omicron ini terlalu didramatisasi. “Nah kemudian didramatisasi gitu kayaknya, mati lo kalau Omicron,” katanya.

Selain itu, Siti Fadilah juga menyinggung soal sifat Varian Omicron yang diklaim lebih cepat menular. Siti Fadilah mengingatkan ada hal penting yang perlu digarisbawahi dalam hukum alam. Yaitu apabila ada satu varian virus yang lebih cepat menular dari varian sebelumnya, maka tingkat keganasannya pasti akan lebih ringan.

“Sifat virus memang begitu, kalau cepat menular seperti flu keganasannya rendah,” paparnya. “Tetapi kalau semakin ganas, dia semakin sulit untuk menular.”

Oleh sebab itu, Siti Fadilah mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu takut terpapar Varian Omicron. Siti Fadilah sendiri menilai level PPKM tak perlu dinaikkan karena dianggap bisa berdampak pada perekonomian Indonesia.

“Makanya jangan takut kena Omicron, Insya Allah tak akan berbahaya,” tuturnya. “Menurut saya (pemerintah) juga jangan sampai menaik-naikkan level (PPKM). Karena dampaknya besar bagi ekonomi kita yang mulai berjalan baik.”

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebut ada tren kenaikan kasus COVID-19 di tengah heboh Varian Omicron. Meski demikian, Johnny meminta agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan (prokes), serta tidak panik.

“Meskipun tren penularan ada di level satu atau terus membaik, peningkatan kasus COVID-19 masih terdeteksi di beberapa kabupaten/kota,” tutur Johnny dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/12). “Artinya, virus ini masih ada di sekitar kita.”

Abil Muhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *