BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...
WISATA  

Sekda Martias Wanto Terima Penghargaan dari OJK Sumbar, Bukittinggi Manjadi Akses Keuangan Terbaik di Sumbar

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi karena dinilai sebagai kota dengan akses terbaik di Sumatera Barat.

Penghargaan itu, diterima Sekda Bukittinggi, pada peringatan acara puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Provinsi Sumatera Barat tahun 2023, di halaman kantor Gubernur Sumbar, Minggu (29/10).

Plt Kepala OJK Sumbar, Untung Santoso, menyebut, OJK bersama stakeholders terkait, menyelenggarakan kegiatan “Bulan Inklusi Keuangan (BIK)” bertajuk “Akses Keuangan Merata, Masyarakat Sejahtera”.

Kegiatan ini, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta untuk mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), merupakan suatu forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan, Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat, sebagai Sekretariat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumbar, memberikan penghargaan bagi TPAKD Kabupaten/Kota terbaik di Provinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan literasi dan inklusi keuangan.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, melalui Sekretaris Daerah, Martias Wanto, selaku Koordinator TPAKD Bukittinggi, didampingi Asisten II Setdako, Rismal Hadi, serta Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Ahda Hidayat, menyampaikan apresiasi terhadap OJK Sumbar, yang telah melaksanakan literasi dan inklusi keuangan.

Tahun ini, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumbar, untuk pertama kalinya sejak 2016 melaksanakan penilaian. TPAKD Bukittinggi, menjadi satu satunya kota di Sumbar yang mendapat penghargaan dalam ajang tersebut.

“Alhamdulillah, kami dari TPAKD Bukittinggi, melalui arahan Bapak Wali Kota, terus berupaya meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Sejumlah program prioritas Wako, memang diarahkan agar bagaimana pemerintah bisa lebih dekat dengan masyarakat, dalam membantu mengatasi masalah keuangan dan memulihkan ekonomi warga,” ujar Martias Wanto.

Salah satu program unggulan Pemko Bukittinggi, bersinegri dengan BPRS Jam Gadang, melalui Tabungan Utsman, pinjaman tanpa bunga tanpa agunan. Program ini untuk mengatasi masyarakat agar tidak terjerat rentenir yang dapat merugikan mereka.

“Terima kasih pada OJK dan TPAKD Sumbar yang telah memberikan nilai terbaik untuk Kota Bukittinggi. Ini tentu akan jadi sejarah untuk Pemko dan masyarakat Bukittinggi. Namun lebih dari pada itu, apapun yang kita lakukan, memang tujuannya adalah bagaimana mengatasi persoalan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan tentang akses keuangan, tidak hanya bermanfaat individu tapi dapat mempercepat roda perekonomian pemerintah. Inklusi keuangan dapat mendorong perekonomian masyarakat. BIK ini dapat memberikan informasi pada masyarakat tentang jasa keuangan, agar tidak tertipu dengan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat Sumbar, khususnya di bidang keuangan. Untuk itu, dibentuk TPAKD di seluruh kabupaten kota di Sumatra Barat,” ujarnya.

Di Sumbar, terdapat tiga kabupaten kota yang menerima penghargaan dari OJK, Kota Bukittinggi, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Puncak BIK tahun 2023 ini juga dilaksanakan berbagai kegiatan dan perlombaan seperti jalan santai, lomba mewarnai, lomba reels, instagram on the spot, lomba treasure hunt, dan PUJK Got Talent.

Kehadiran TPAKD dapat mengambil peran serta dalam memecahkan masalah akses keuangan masyarakat. Target nasional, akhir 2024 nanti, 98 persen masyarakat Indonesia memiliki akses keuangan yang formal. Sementar (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *