BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Sebab Pasar Padang Panjang Sepi, Pembeli Belanja Langsung ke Kampung

PAYAKUMBUHPOS.COM – Lesunya transaksi penjualan barang harian dan pakaian di Pasar Padang Panjang disebabkan para pembeli banyak yang belanja langsung ke kampung atau ke lokasi panen.

Salah seorang Pedagang, Y. Dt. Rajo Alam yang berjualan kebutuhan harian di pasar penampungan jalan lingkar, Kota Padang Panjang, mengakui akhir akhir ini warungnya sepi pembeli.

Ketika disambangi,  Senin (5/8),  sore,  dia menyatakan baru bertransaksi jual beli belum sampai Rp. 1 juta. Padahal, biasanya, setiap hari pekan di pasar Padang Panjang,  Senin dan Jum’at dia berjual beli lebih dari Rp3 juta.

“Akhir akhir ini terasa lesu. Pasar sepi,  tidak seramai dulu lagi, ” katanya.

Hal senada juga dirasakan Ali yang juga berdagang kelontong bahan kebutuhan harian. Dia sampai sore itu berjual beli baru Rp300 ribu.

“Tidak biasanya seperti ini. Masa hari pekan hanya jual beli Rp300 ribu. Tapi itulah kenyataan,” kata Ali yang berwarung dekat Rajo Alam.

Kelesuan melanda pasar Padang Panjang, kata Rajo Alam, disebabkan karena masyarakat pergi ke pasar itu sudah berkurang. Sebab warung warung di kampung kampung telah menyediakan barang yang sama dengan di pasar.

Selama ini,  kata Rajo Alam,  yang meramaikan pekan Senin dan Jum’at di Padang Panjang adalah masyarakat Batipuh Sepuluh Koto, Tanah Datar. Tapi kini masyarakat itu sudah tidak sebanyak dulu lagi pergi di hari pekan ke Padang Panjang.

Dia menambahkan, dulu emak emak di kampung kampung itu,  menukar hasil sawah ladang mereka ke Padang Panjang di hari Senin dan Jum’at. Setelah itu mereka belanja kebutuhan harian dan pakaian.

Kini pedagang ada berani menjemput hasil panen ke kampung kampung. Pedagang itu juga ada menjual kebutuhan harian dengan mobil keliling kampung kampung.

“Itu salah satu penyebab pasar tidak seramai dulu,” katanya.

Sedangkan Ali menambahkan. penyebab pasar lengang, antara lain adalah belanja online sudah marak akhir akhir ini. Termasuk daerah Batipuh Sepuluh Koto sekitar Padang Panjang yang mudah dijangkau jasa penjual online.

Namun demikuan dia berharap kepada pemerintah  setempat untuk menata pasar dengan baik dan rapi.  Sehingga pasar Padang Panjang menarik untuk dikunjungi.

Walikota Padang Panjang melalui Sekretaris Dinas Kominfo Ampera Salim mengatakan,  memang di mana mana  saat ini pasar tradisional itu sepi.  Namun untuk Padang Panjang Pemko setempat, tetap berupaya meramaikan pasar Padang Panjang agar pedagang  banyak berjual beli. (awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *