BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Sampah Dibuang Tengah Malam Dipojok Kota Payakumbuh

Teks foto: Kota Payakumbuh belum juga bersih seperti yang di harapkan masyarakat, terlihat di pojok kota Payakumbuh masih dimanfaatkan oknum warga yang tidak bertanggung jawab membuangnya.

 

 

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh–Untuk mewujudkan kota Payakumbuh bersih dari tumpukan sampah, nampaknya belum juga tuntas, secara diam-diam atau tengah malam warga masih membuang sampah di pojok kota Payakumbuh yakni di pinggir jalan kelurahan Sawah Padang Aur Kuning, kecamatan Payakumbuh Selatan.

Hal tersebut disampaikan Jaya Miharja (36) merupakan warga setempat, kepada wartawan, Kamis 21 Maret 2024 didepan tumpukan sampah, kadang saya tidak habis pikir, kenapa masih ada oknum warga “mencampakan sarok” di depan rumah saya ini. Padahal kami sudah memasang spanduk “Dilarang Membuang Sampah”, tetap saja sampah dibuang disini.

Orang yang sengaja membuang sampah itu, tertangkap basah bagi saya, dia datang membuang sampah itu menggunakan becak, orang itu saya tanya dari kelurahan Balai Panjang.

Dari pada berdebat di tengah malam itu, saya singkat saja bicara, angkut lagi sampah ini pulang, naikan lagi ke atas becak, jika dia tidak mau mengangkut sampah itu, entahlah apa yang terjadi, saya tidak tahu.

Harapan kami kepada pihak terkait, tolong jelaskan kepada masyarakat melalui lurah masing-masing, mana titik lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Payakumbuh, berapa jumlah titik TPS itu, jadi kami bisa pula membantu pemerintah, jika diperlukan.

“Kalau didepan rumah saya, jujur saya katakan memang tidak boleh, karena terlalu dekat dengan pemukiman dan tidak baik pula untuk kesehatan. Kami pasang spanduk, dilarang buang sampah, tapi tidak manjur, masih ada juga tangan-tangan jahil sengaja berbuat jahat. Buang sampah sembarangan sama saja dengan kejahatan, “ujar Jaya Miharja.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Desmon Korina, kepada wartawan baru-baru ini, menyebutkan dalam satu hari, sampah Kota Payakumbuh yang dibuang ke TPA Aia Dingin Padang itu sebanyak 15 mobil atau 60 ton, sedangkan jumlah sampah kota Payakumbuh per harinya berkisar 80-85 ton, sehingga sisa yang tidak terangkut ini menjadi sampah yang menumpuk.

“Untuk sampah rumah tangga kita saat ini sudah berkurang, namun yang banyak itu sampah dari pelaku UMKM kita dan juga sampah dari daerah tetangga. Kami minta tolong jadi perhatian kita bersama. Sebaiknya UMKM kita telah bisa memilah sampah dengan baik sehingga mengurangi produksi sampah di kota Payakumbuh,”jelas Desmon.

Sebelumnya, Pj Walikota Payakumbuh Jasman menyebutkan, tak ingin kota Payakumbuh “basalemak peak” tiap harinya karena tumpakan sampah, maka Pj Walikota Payakumbuh, kumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di lokasi pembuangan sampah regional di kelurahan Ampangan, Kecamatan Payakumbuhh Selatan, beberapa hari lalu.

Dengan dipanggilnya secara mendadak seluruh OPD untuk hadir di TPA itu, jelas saja guna membahas permasalahan sampah yang kian merunyam di Payakumbuh.

Melihat kota Payakumbuh sudah semakin kumuh dan menyengat, saya tegaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup, agar hari ini, bagaimanapun caranya, semua sampah harus diangkut dan Payakumbuh harus bersih.

“Sekali lagi, saya minta kepada seluruh OPD terkait, Camat dan Lurah dibawah koordinasi Pol PP agar melaksanakan piket dilokasi-lokasi yang berpotensi terjadi pembuangan sampah sembarangan. Terutama menindak dan menghalangi sampah impor dari daerah tetangga yang sangat mengganggu,” tegas Jasman.

Dilanjutkan Jasman, dikesempatan itu ia memerintahkan lagi kepada Kasatpol PP Kota Payakumbuh untuk menugaskan timnya mengamankan dan mengawasi seluruh aktifitas di titik kritis yang berpotensi timbulnya tempat sampah baru atau pun yang sudah ada.

Razia terus tempat-tempat krusial ini. Nanti kami juga akan minta bantuan dan berkoordinasi dengan Forkopimda, bagaimana tindak pidana ringan (Tipiring) ini bisa diberlakukan dan memberi efek jera kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tindak lanjuti laporan masyarakat atas nama Jaya Miharja tersebut.

“Dan permasalahan sampah di Payakumbuh segera terselesaikan, tujuan kita tak lain agar Payakumbuh bersih sebersih bersihnya,”tutup Jasman. (Nura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *