BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Sambut Hari Peduli Sampah, Naik Trans Padang Bisa Bayar Pakai Botol Mineral Bekas

PADANG – Pemerintah Kota Padang Sumatera Barat sedang mengkaji kemungkinan para pelajar naik Bus Trans Padang, hanya dengan membayar menggunakan botol mineral bekas.

Kebijakan ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya mrminimalisir sampah plastik di ibukota Provinsi Sumatera Barat ini. Kajian ini dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan resmikan pembayaran bus Trans Padang bagi siswa menggunakan sampah plastik. Peresmian tersebut akan dilakukan bertepatan dengan Haru Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Hermen Peri melalui Sekretarisnya Tri Hadiyanto sebagaimana ditulis Haluan, (18/2/2019) menyebutkan bahwa saat ini DLH, Dishub dan Dinas Pendikan terkait teknis pelaksanaannya. Selain bertujuan meminimalisir bisa memanfaatkan kembali sampah plastik, DLH juga berharap cara tersebut tidak mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami sedang membicarakan bagaimana teknisnya supaya siswa bisa membayar bus Trans Padang dengan sampah plastik. Di sisi lain bagaimana sampah tersebut bisa dijual kembali yang tidak mempengaruhi PAD bagi Dishub. Kemudian, dari sisi dinas pendidikan bisa mensosialisasikan kepada siswa ke sekolah-sekolah,” terang Tri.

Ia menjelaskan, nantinya bagi siswa yang menggunakan bus Trans Padang bisa membayar dengan sampah plastik cup sebanyak 20 sampai 25 buah. Sementara, jika menggunakan botol ukuran menengah bisa sekitar 10 sampai 15 botol mineral.

“Kami juga sedang membicarakan secara intern ke mana sampah plastik akan dipasarkan untuk kemudian dibayarkan kepada Dishub. Hitung-hitungannya sekitar itu karena mineral cup dan botol perbedaan kualitas plastiknya berbeda,” katanya lagi.

Sementara, Kepala Dishub Dedi Henidal terkait rencana hal tersebut sangat mendukung. Karena sampah plastik tidak mudah hancur maka sampah plastik harus di daur ulang kembali.

“Kami sama-sama dalam menjaga lingkungan ini dengan meminimalisir sampah plastik. Bagaimana hitung-hitungannya supaya sama-sama enak maka saat ini sedang kami godok rinciannya. Semoga siswa juga sadar akan kebersihan dan lingkungan sekitar,” kata Dedi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Barlius bahwa siswa harus peduli lingkungan. Selain akan menghemat uang belanja, siswa akan diarahkan kepada hidup teratur.

“Kami sudah mulai mensosialisasikan ini kepada sekolah-sekolah. Ke depan bagaimana siswa bisa peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik terutama plastik air mineral sembarangan. Sampah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pengganti ongkos bus Trans Padang,” kata Barlius. (editor)

Sumber harianhaluancom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *