BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Salah Paham, Ratusan Warga Kamangbaru Sijunjung Memblokir Jalinsum Sumbar-Riau

Ratusan masyarakat Kamang berunjuk ras membakar ban dan memblokir Jalan Nasional.

Sijunjung, payakumbuhpos.com – Diduga salah paham, ratusan warga Kamangbaru melakukan aksi unjukrasa dengan cara membakar ban dan memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum) KM 11, Kiliran Jao – Taluk Kuantan (Sumbar-Riau) dekat kantor Camat Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat Selasa (25/12/2018) malam.

Tak ayal, akibat aksi unjuk rasa itu menimbulkan kemacetan lalu lintas hingga mencapai sepanjang 5 kilometer sekitar setengah jam.

Informasi yang di himpun awak media menyebutkan, peristiwa itu berawal diduga adanya warga atau tokoh masyarakat bernama Sabaruddin warga Nagari Kamang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung dirangkap polisi. Penangkapan itu diduga terkait persoalan tambang mangan.

Isu itupun kemudian menyulut warga hingga melakukan aksi unjukrasa memblokir jalan dan membakar ban. “Bukan ditangkap, tapi anggota kita memintai keterangan untuk pengembangan kasus tersebut. Itu hanya kesalahpahaman saja,’kata Kapolres Sijunjung, AKBP Driharto, SIK sebagaimana dikutip dari JurnalSumbar.Com, Rabu (26/12/2018) via telepon selularnya.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan ditangkap, yang dilakukan hanya meminta keterangan untuk pengembangan kasus. Itu pun tak begitu lama semua sudah tuntas tak ada masalah. Itu semua karena kesalah pahaman saja,”tambah mantan Intelpam Mabes Polri itu.

Situasi yang sempat mencekam itu dapat meredah setelah Kapolsek Kamang Baru Iptu Efriadi bersama tokoh masyarakat Sahbuddin Datuk Sinaro (Datuk Abu) bersama anggota mendatangi TKP kemudian di adakan mediasi dengan perwakilan pengunjuk rasa.

Setelah beberapa saat mediasi selesai dengan kesepakatan, masa pun kemudian membubarkan diri dan arus lalu lintas normal kembali. siu/jen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *