BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Ketua IKK Joni Hendri Lepas Perantau Pulang Basamo

Payakumbuhpos.id|Jakarta - Salah satu sunnah dalam safar yang dianjurkan oleh syariat dan bisa meringankan kesusahan safar adalah melakukan safar di...

Salah Paham, Ratusan Warga Kamangbaru Sijunjung Memblokir Jalinsum Sumbar-Riau

Ratusan masyarakat Kamang berunjuk ras membakar ban dan memblokir Jalan Nasional.

Sijunjung, payakumbuhpos.com – Diduga salah paham, ratusan warga Kamangbaru melakukan aksi unjukrasa dengan cara membakar ban dan memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum) KM 11, Kiliran Jao – Taluk Kuantan (Sumbar-Riau) dekat kantor Camat Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat Selasa (25/12/2018) malam.

Tak ayal, akibat aksi unjuk rasa itu menimbulkan kemacetan lalu lintas hingga mencapai sepanjang 5 kilometer sekitar setengah jam.

Informasi yang di himpun awak media menyebutkan, peristiwa itu berawal diduga adanya warga atau tokoh masyarakat bernama Sabaruddin warga Nagari Kamang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung dirangkap polisi. Penangkapan itu diduga terkait persoalan tambang mangan.

Isu itupun kemudian menyulut warga hingga melakukan aksi unjukrasa memblokir jalan dan membakar ban. “Bukan ditangkap, tapi anggota kita memintai keterangan untuk pengembangan kasus tersebut. Itu hanya kesalahpahaman saja,’kata Kapolres Sijunjung, AKBP Driharto, SIK sebagaimana dikutip dari JurnalSumbar.Com, Rabu (26/12/2018) via telepon selularnya.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan ditangkap, yang dilakukan hanya meminta keterangan untuk pengembangan kasus. Itu pun tak begitu lama semua sudah tuntas tak ada masalah. Itu semua karena kesalah pahaman saja,”tambah mantan Intelpam Mabes Polri itu.

Situasi yang sempat mencekam itu dapat meredah setelah Kapolsek Kamang Baru Iptu Efriadi bersama tokoh masyarakat Sahbuddin Datuk Sinaro (Datuk Abu) bersama anggota mendatangi TKP kemudian di adakan mediasi dengan perwakilan pengunjuk rasa.

Setelah beberapa saat mediasi selesai dengan kesepakatan, masa pun kemudian membubarkan diri dan arus lalu lintas normal kembali. siu/jen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *