BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

RSUD Sijunjung Tak Bisa Merawat Caleg Stress

SIJUNJUNG – Ini warning dari pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Sijunjung, Sumatera Barat. Terkait Rabu (17/4/2019) Pemilu 2019 digelar, dikuatirkan bakal ada pasien calon legislator (Caleg) stress ke RSU Solok.

Pasalnya, RSUD Sijunjung hingga kini belum memiliki ruang khusus untuk pasien stress maupun dokter jiwa. Tak ayal, bila nantinya dijumpai pasien stress akibat kalah di Pileg 2019, maka pasien tersebut terpaksa dirujuk ke RSU Solok maupun ke RSJ Gaduik Padang.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Sijunjung, Dr.Diana Oktavia Sp.PD menjawab awak media, Selasa (16/4/2019) via telepon selularnya.

Saat ini ada sebanyak 373 Caleg sementara yang bakal menduduki kursi Parlemen Sijunjung hanya 30 orang. Artinya, ada sebanyak 343 Caleg gagal dan bukan tak mungkin ada yang stress.

“Kalau untuk pasien stress kita tidak memiliki ruang khusus dan dokter penyakit jiwanya juga belum punya. Ya, dari pada menanggung resiko jika nanti ada pasien stress ya terpaksa kita rujuk ke Solok,”kata Direktur RSUD Sijunjung, Dr.Diana Oktavia Sp.PD.

“Kalau pasien stress itu seharusnya kan dilantai dasar dan RSUD Sijunjung tidak punya ruangan khusus pasien stress itu. Kalau dipaksakan dilantai atas nanti kalau melompatkan gawat, nah untuk mengantisipasi itu jika nanti ditemukan ada yang stress akan langsung kita rujuk saja,”tegas Direktur RSUD Sijunjung, Dr.Diana Oktavia Sp.PD berharap jangan sampai ada pasien stress. (sps/jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *