BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

RSUD Sijunjung Tak Bisa Merawat Caleg Stress

SIJUNJUNG – Ini warning dari pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) Sijunjung, Sumatera Barat. Terkait Rabu (17/4/2019) Pemilu 2019 digelar, dikuatirkan bakal ada pasien calon legislator (Caleg) stress ke RSU Solok.

Pasalnya, RSUD Sijunjung hingga kini belum memiliki ruang khusus untuk pasien stress maupun dokter jiwa. Tak ayal, bila nantinya dijumpai pasien stress akibat kalah di Pileg 2019, maka pasien tersebut terpaksa dirujuk ke RSU Solok maupun ke RSJ Gaduik Padang.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Sijunjung, Dr.Diana Oktavia Sp.PD menjawab awak media, Selasa (16/4/2019) via telepon selularnya.

Saat ini ada sebanyak 373 Caleg sementara yang bakal menduduki kursi Parlemen Sijunjung hanya 30 orang. Artinya, ada sebanyak 343 Caleg gagal dan bukan tak mungkin ada yang stress.

“Kalau untuk pasien stress kita tidak memiliki ruang khusus dan dokter penyakit jiwanya juga belum punya. Ya, dari pada menanggung resiko jika nanti ada pasien stress ya terpaksa kita rujuk ke Solok,”kata Direktur RSUD Sijunjung, Dr.Diana Oktavia Sp.PD.

“Kalau pasien stress itu seharusnya kan dilantai dasar dan RSUD Sijunjung tidak punya ruangan khusus pasien stress itu. Kalau dipaksakan dilantai atas nanti kalau melompatkan gawat, nah untuk mengantisipasi itu jika nanti ditemukan ada yang stress akan langsung kita rujuk saja,”tegas Direktur RSUD Sijunjung, Dr.Diana Oktavia Sp.PD berharap jangan sampai ada pasien stress. (sps/jen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *