BERITA UTAMA

Perjuangkan Pemekaran Nagari, Rezka Oktoberia: 71 Miliar untuk Pasaman Barat

LUBUK SIKAPING - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Mei 2022 lalu Kementerian Dalam Negeri secara resmi meluncurkan kode wilayah bagi 59...
BERITA UTAMA

Ketua DPW Lapas IIA Bukittinggi Ny.Sri Astuti Marten Pimpin Momen Tabur Bunga di TMP Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (Pipas) Sumatra Barat (Sumbar) yang tergabung dalam beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan ziarah dan...
BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Dan SMSI Pekanbaru Bertemu, Silaturahmi Tanpa Batas

Pekan Baru --- Kedatangan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak 50 (Payakumbuh-Limapuluh Kota) ke Bumi Lancang Kuning disambut hangat...
BERITA UTAMA

PAC Pemuda Pancasila Pasar Minggu Berbagi Bingkisan Paket Sembako dan Pengamanan Natal 2022 di Gereja

JAKARTA - Beragam cara umat Kristen (Katolik dan Protestan) merayakan hari Raya Natal yang diperingati setiap tahun di setiap tanggal...
BERITA UTAMA

SLE Peduli, Berikan Bantuan Sembako dan Ikut Mengamankan Natal 2022

JAKARTA - Yayasan Sentosa Laju Energy (SLE) menggandeng Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) dan Lembaga Perekonomian Nahdahtul Ulama (LPNU) Jakarta...

Dugaan Pelanggaran Ditemukan , Bawaslu : Kami Bentuk Tim Sebagai Upaya Terakhir

  • Bagikan

Payakumbuh – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh mencatat telah menemukan dugaan pelanggaran dan laporan terkait penyelenggaraan Pemilu untuk tahun 2019 mendatang. Baik pra maupun pasca penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) para Calon Legislatif.
Terbanyak, pelanggaran terjadi di Alat Peraga Kampanye (APK). Namun, ada juga kegiatan yang dilakukan para caleg maupun Partai Politik yang bertentangan dengan UU maupun Perda yang di terapkan oleh Pemko Payakumbuh terkait Pemilu.

Menanggapi hal ini, Bawaslu Kota Payakumbuh membuat tim khusus untuk mencegah dan menyelesaikan seluruh pelanggaran ini sampai proses Pemilu 2019 selesai. Ini upaya terakhir Bawaslu agar peserta Pemilu 2019 taat pada aturan. Jika upaya ini gagal, Bawaslu mengancam akan membeberkan pelanggaran yang dilakukan para Caleg maupun Parpol kepada publik.

Adapun yang masuk kedalam tim ini dari unsur kepolisian, BIN, PLN, Telkom dan Pemko Payakumbuh yang terdiri dari Dinas Kominfo, Lingkungan Hidup, Satpol PP, Kesbangpol, Perhubungan, Pelayanan Satu Pintu dan BKD.

“Ini upaya kami terakhir. Jika para peserta Pemilu masih tetap membandel, kami akan beberkan data ke publik dan biarlah masyarakat menilainya sendiri. Data ini berupa seperti apa kesalahan peserta pemilu tersebut dan sampai mana tingkat pelanggarannya,” kata Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh M. Khadafi, Rabu (28/11/2018).

Dikatakan Khadafi, selama ini banyak APK yang membahayakan masyarakat. Seperti halnya APK membuat kabel dan tiang listrik rusak. Ini membahayakan masyarakat dan mengganggu fasilitas umum. Bahkan ada yang memasang APK di persimpangan jalan yang sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

“Berbagai kreatifitas peserta pemilu yang kami pandang sebagai sebuah pelanggaran. Jadi kami meminta agar peserta pemilu untuk taat kepada aturan. Ini untuk masyarakat dan peserta pemilu itu juga,” kata Khadafi.

Harapan Khadafi, dirinya menggandeng berbagai instansi untuk membentuk tim ini tidak lain agar tercipta Pemilu yang damai dan sehat. Masing-masing instansi yang dirangkul memiliki tupoksi masing-masing untuk bertugas.

“Harapan kami pasti baik dalam helatan pesta demokrasi 2019 nanti. Agar tercipta kondisi yang sehat dan damai. Semoga partisipasi masyarakat Payakumbuh untuk Pemilu 2019 melebihi 77.5 persen sebagaimana target yang kami harapkan,” jelasnya. ( HMS)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.