BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Rendang Payakumbuh akan Ambil Bagian di Indonesia Spice Of The World

PAYAKUMBUH – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa rendang (randang) dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat akan ikut ambil bagian dalam program Indonesia Spicy Of The World atau Indonesia Membumbui Dunia.

Sandiaga di Payakumbuh, Kamis, mengatakan program Indonesia Membumbui Dunia ini memang menjadi salah satu strategi untuk mempromosikan kuliner Indonesia di seluruh dunia.

“Salah satunya itu rendang, karena sudah ada The City Of Randang yakni Kota Payakumbuh ya kita usulkan, kami ingin Payakumbuh terlibat dalam program kita ini,” katanya saat mengunjungi langsung Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh.

Menteri sendiri hadir ke Payakumbuh bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Anggota DPR RI Fadli Zon, Ade Rizki Pratama dan rombongan lainnya.

Melalui program ini, bumbu-bumbu dan kuliner Indonesia diharapkan dapat semakin dikenal dan diminati masyarakat luar negeri sehingga terasa multiplier effectnya pada penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku UMKM.

“Randang memang menjadi salah satu produk yang akan didorong dalam konsep Indonesia Incorporated. Kita akan promosikan Randang Sumatera Barat, khususnya Payakumbuh. Kemasannya tadi saat dicek sudah ada yang keren banget,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini sudah disiapkan semua value chain (rantai nilai) karena kebutuhan tidak hanya untuk haji yang mencapai 480 ton, tapi seluruh diaspora Indonesia nanti akan diberikan insentif, seluruh restoran indonesia yang ada di luar negeri.

“Nanti akan diberikan subsidi pengiriman paket oleh Garuda. Agar rendang produksi UMKM kita ini bisa mendunia,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry S Lahe, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira dan Kajari Payakumbuh Suwarsono.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengatakan keberadaan Sentra IKM Randang Kota Payakumbuh berawal dari adanya kesulitan pelaku UMKM di Payakumbuh dalam menjual dagangan mereka.

“Karena tidak adanya standar produk saat itu, apalagi banyak sertifikat yang harus dipersiapkan mulai dari label halal, BPOM, ijin edar, hingga ISO. Bersyukurnya kami, Kementerian Perindustrian menyambut pemikiran ini dan akhirnya dapur bersama-sama ini bisa dibuat,” ujarnya.

Pada awalnya terdapat 22 UMKM Randang se Payakumbuh yang difasilitasi, dan berangsur hingga saat ini juga anggotanya sebagian kecil juga berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota.

Kehadiran Sentra IKM Rendang berdampak besar kepada standar produk UMKM Rendang Payakumbuh mulai dari pengolahan, packaging, dan pemasaran. Sebab semua diajarkan di sentra ini agar bisa diterima di pasar nasional dan internasional.

“Bila saja tak ada Pandemi COVID-19 ini, jemaah haji sudah mengorder 480 ton rendang, tapi akhirnya kita pending sampai saat ini. Sementara dengan peralatan yang sudah berstandar Nasional di Sentra IKM Rendang kita bisa memproduksi banyak,” katanya.

Metri Yenti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *