BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Puluhan Wartawan Sumbar Mengikuti Bimtek Jitu Pasna Menuju Sumbar Tangguh Bencana

Foto : BPBD Provinsi Sumbar

Bukittingi,Payakumbuhpos.com- Puluhan Wartawan yang terdiri dari Media Cetak dan Elektronik, Mengikuti Bimbingan Teknis Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana ( Jitu Pasna) Selama 4 hari berturut-turut, terhitung sejak 30 Oktober – 2 November 2019. Acara yang di prakasai oleh BPBD Provinsi Sumatera Barat tersebut berlangsung di Grand Hotel Rocky Bukittinggi.

Acara yang di buka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat Erman Rahman SE,M,Si berlangsung hikmad. Dimana ia menyampaikan bahwa dengan adanya bimtek Jitu pasna ini bermaksud mampu memberikan gambaran dan penghitungan cepat pasca bencana.

“ Kita Tahu bahwa ada beberapa titik daerah di Sumbar yang rawan terhadap bencana. Oleh sebab itu perlu peningkatkan dalam penanggulangan bencana. Selain itu, Kita sudah siapkan Alokasi dalam penanggulangan bencana,” ujar Herman.

Kegiatan hari pertama sekaligus menghadirkan Yuliandre Darwis Selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI). Dalam paparan intinya menyampaikan bahwa lembaga penyiaran memiliki aturan dalam sebuah peliputan atau berita bencana yang terjadi untuk di sajikan kehadapan publik. Sesuai dengan Surat Edaran Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Nomor 515./K/KPI/31.2/10/2018 Tentang Peliputan Bencana Pada Lembaga Penyiaran.

“ Maksud dan Tujuan KPI mengeluarkan Surat Edaran ini adalah agar lembaga penyiaran senantiasa mengingat dan berpedoman pada kaidah-kaidah penyangan liputan bencana di lembaga penyiaran,” terang Andre sapaan akrabnya di hadapan para peserta Jitu Pasna, Rabu ( 30/10).

Kegiatan Jitu pasna di hari pertama ini, sekaligus membuka ruang diskusi atau tanya jawab antara peserta dengan KPI terkait dengan peliputan bencana. Hadir dalam acara pembukaan Bimtek Jitu pasna tersebut, diantaranya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar Herman Rahmat, Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis, Pusdiklat BNPB Dr.Mardina Adisty, M,Si , Kepala Pelaksana BPBD Kota / Kabupaten, Peserta ( Jurnalis) dan Tamu Undangan.

Di hari kedua Kamis (31/1) peserta bimtek mendapat materi yang disampaikan oleh Dr. Marlina Adisty, M,Si Pusdiklat BNPB. Dimana pada sesi ini peserta diberikan bimbingan Manajemen PB Dasar dan Kebijakan Rehabilitasi serta Rekontruksi sekaligus konsep dasar Jitu Pasna. “ Dimana pada intinya tujuan pembelajaran memahami konsep dasar sekaligus memahami Penanggulangan Bencana di Indonesia serta memiliki pengetahuan tentang Jitu Pasna,” terang Dr.Marlina.

Selain itu Orientasi pelatihan juga disuguhkan oleh Mahoni Cakra Saujana (MCS). Rencana Rehabilitasi dan Rekontruksi serta penyelenggaraan Rehabilitasi dan Kontruksi dengan paparan yang matang.

Pada hari ketiga para peserta bimtek melakukan Study Lapangan ke daerah lokasi pasca bencana. Dua daerah tujuan tersebut ialah Nagari Pangkalan dan Nagari Situjuah Kabupaten Limapuluh Kota. Dimana para peserta bimtek dibagi dua kelompok dengan para pendamping dari Kabid RR BPBD Provinsi Sumbar Suryadi Eviontri, ST, Kalaksa BPBD Payakumbuh Yufnani Away dan Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Joni Amir dan tim Building Learning dari MCS . Peserta bimtek kali ini mencari data serta membuat laporan terkait dengan pasca bencana yang terjadi di daerah tersebut.

Sementara dalam agenda hari ke empat atau hari penutupan Sabtu (2/11) , kegiatan para peserta bimtek mendapat bimbingan RTL dan Evaluasi dari Group MCS. Bukan hanya itu saja Etika peliputan Kebencanaan juga diberikan dengan mendatangkan nara sumber dari Dewan Pers.(Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *