BERITA UTAMA

Tokoh Masyarakat Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Saling Lapor Walinagari Limbanang dan Staf

Limapuluh Kota - Kasus saling lapor Walinagari Limbanang, Yori Noviola (45) dan staf perempuan berinisial PI (26) terkait pencemaran nama...
BERITA UTAMA PAYAKUMBUH

Terus Kendalikan Inflasi, Wako Rida Ananda Serahkan Bantuan Benih, Pupuk, Dan Polibag Buat Masyarakat

Payakumbuh --- Penjabat Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda menyerahkan bantuan pupuk kandang, benih cabe, dan polibag ke OPD, kelurahan se...
BERITA UTAMA

Kompak dan Hangat, Pertemuan yang Tidak Terduga antara Rezka Oktoberia dengan Ketua LKAAM Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Anggota DPR-RI Rezka Oktoberia yang juga merupakan putri Kelahiran Kota Payakumbuh, secara tidak sengaja berjumpa dengan Ketua LKAAM...
BERITA UTAMA

YB Dt. Parmato Alam Tutup Open Turnamen Bulutangkis Divisi 3 PB Calabu

PAYAKUMBUH - Ketua PBSI Kota Payakumbuh YB. Dt Parmato Alam tutup Open Tournament Bulutangkis Divisi 3 Calabu Cup yang diadakan...
BERITA UTAMA

Anggap Sekolahnya Jadi Sasaran ATM dan Bullying, Pengurus ICBS Lecehkan Profesi Wartawan tanpa Alamat

PAYAKUMBUH - Tiada angin tiada hujan, salah seorang pengurus pesantren Insan Cendekia Boarding School (ICBS) di salah satu group WhatsApp...

Poltekes Kemenkes Padang Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi Lakukan Penelitian Di Payakumbuh, Ada Bundo Manyapo

  • Bagikan

Payakumbuh — Sehubungan dengan pelaksanaan proses penelitian dan pengembangan bidang sosial dan kependudukan. Bappeda Kota Payakumbuh bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi yang lokus penelitiannya di Kota Payakumbuh.

Siti Khadijah. S. SiT. M. Biomed. Dan kawan kawan memaparkan laparan akhir penelitian dengan judul Analisis Determinan dan Pengaruh Model Pemberdayaan Perempuan Budaya Minangkabau dalam Pencegahan Kejadian Stunting di Aula Bappeda, Selasa (22/11).

Agar hasil penelitian sesuai dengan kaidah keilmiahan dan hasil yang diharapkan, sesuai dengan semua prosedur kegiatan penelitian ini merupakan sesuatu yang sudah lengkap sesuai dengan prosedur dan tata urutan sesuai dengan proses pelaksanaan penetian.

Hasil penelitian yang dilakukan Siti Khadijah beserta kawan-kawannya dari Poltekes Kemenkes Padang Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi telah dinyatakan layak etik oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UNP.

Telah sesuai 7 standar WHO 2011 yaitu nilai sosial, nilai ilmiah, pemerataan beban dan manfaat, risiko, bujukan/eksploitasi, kerahasiaan dan privacy, serta persetujuan setelah penjelasan.

Semua itu merujuk pada pedoman CIOMS 2016. Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh terpenuhinya indikator setiap standar yang sudah ada.

“Semoga kedepan hasil penelitian ini bermanfaat buat semua,” kata Siti.

Siti menyebut, pihaknya dan tim sangat senang dengan dukungan yang diberikan oleh SKPD dan instansi yang diundang, termasuk bundo kanduang, sehingga selama 4 bulan pihaknya dapat menyelesaikan penelitian di Kota Payakumbuh.

“Kami selama penelitian rasanya begitu menyenangkan, hasil penelitianpun nantinya akan berguna untuk Kota Payakumbuh. Apalagi kita membuat suatu model, namanya Bundo Manyapo. Karena salam ini bundo kanduang belum termasuk dalam pencegahan stunting, padahal mereka sangat penting sekali,” kata Siti.

Siri juga menyampaikan apresiasi kepada Bappeda dan jajaran yang ada di Bappeda yang telah menerimanya dan tim dengan baik. Termasuk SKPD yang telah membantu mereka dari awal hingga akhir.

“Kota Payakumbuh masuk dalam roadmap penelitian berikutnya, jadi penelitian tidak sampai disini, nanti kami akan melakukan uji model kepada warga di kelurahan-kelurahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Yasrizal menyampaikan salah satu tujuan dari kemajuan pembangunan di Kota Payakumbuh adalah adanya pusat riset atau penelitian.

“Kami senang bisa memfasilitasi penelitian yang dilakukan Poltekes Kemenkes Padang Prodi D3 kebidanan Bukittinggi ini, karena nantinya hasilnya ini bisa kami adaptasi dalam membuat kebijakan,” kata Yasrizal. (Benpi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.