BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Polresta Padang Amankan Massa Bayaran Omnibus Law

Foto: Dok. Istimewa

PADANG – Kepala Kepolisian Resor Kota Padang AKBP Imran Amir mengatakan, puluhan remaja yang melempari aparat dengan batu serta membawa senjata tajam di sekitar kantor DPRD Sumatera Barat. Diduga massa demo ini dibayar oleh orang tidak bertanggungjawab.

“Kami terus dalami persoalan ini untuk menemukan aktor intelektualnya,” kata dia di Padang, Jumat (9/10/2020).

Setelah memeriksa 84 remaja yang ikut demonstrasi menolak UU Cipta Kerja itu, sebagian dari mereka masih pelajar dan sebagian pengangguran dari luar Padang, di antaranya Padang Pariaman dan Dharmasraya.

Amir mengatakan ada yang dibayar Rp50.000 per orang dan diberi makan oleh orang tak bertanggungjawab. Amir mengatakan mereka memang dikondisikan untuk membuat ricuh.

“Aksi mereka ini terkoordinasikan secara baik dan kami akan kejar aktor intelektualnya,” kata dia.

Dia mengatakan aksi unjuk rasa disusupi provokator. “Puncaknya pada hari ini dan kita lakukan patroli penyisiran dan ditemukan remaja yang berada di sekitar lokasi aksi,” kata dia.

Di antara remaja yang diamankan, ada yang membawa kelewang. “Seluruhnya dibawa ke Polresta Padang untuk diperiksa,” kata dia.

Ke-84 remaja yang ditahan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (8/10/2020), saat ini sebagian sudah dipulangkan setelah polisi berkomunikasi dengan pengelola sekolah dan orang tua mereka.

“Untuk yang terkait dengan tindak pidana maka kita akan proses sesuai aturan,” kata dia. (Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *