BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Polresta Padang Amankan Massa Bayaran Omnibus Law

Foto: Dok. Istimewa

PADANG – Kepala Kepolisian Resor Kota Padang AKBP Imran Amir mengatakan, puluhan remaja yang melempari aparat dengan batu serta membawa senjata tajam di sekitar kantor DPRD Sumatera Barat. Diduga massa demo ini dibayar oleh orang tidak bertanggungjawab.

“Kami terus dalami persoalan ini untuk menemukan aktor intelektualnya,” kata dia di Padang, Jumat (9/10/2020).

Setelah memeriksa 84 remaja yang ikut demonstrasi menolak UU Cipta Kerja itu, sebagian dari mereka masih pelajar dan sebagian pengangguran dari luar Padang, di antaranya Padang Pariaman dan Dharmasraya.

Amir mengatakan ada yang dibayar Rp50.000 per orang dan diberi makan oleh orang tak bertanggungjawab. Amir mengatakan mereka memang dikondisikan untuk membuat ricuh.

“Aksi mereka ini terkoordinasikan secara baik dan kami akan kejar aktor intelektualnya,” kata dia.

Dia mengatakan aksi unjuk rasa disusupi provokator. “Puncaknya pada hari ini dan kita lakukan patroli penyisiran dan ditemukan remaja yang berada di sekitar lokasi aksi,” kata dia.

Di antara remaja yang diamankan, ada yang membawa kelewang. “Seluruhnya dibawa ke Polresta Padang untuk diperiksa,” kata dia.

Ke-84 remaja yang ditahan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (8/10/2020), saat ini sebagian sudah dipulangkan setelah polisi berkomunikasi dengan pengelola sekolah dan orang tua mereka.

“Untuk yang terkait dengan tindak pidana maka kita akan proses sesuai aturan,” kata dia. (Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *