BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Gelar Halal Bihalal, Syafri Ario: Mari Rapatkan Barisan

Teks foto: Pengurus SMSI Luak 50 Payakumbuh - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak Limopuluah menggelar halal bihalal pasca...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...

Polres Payakumbuh Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian Pada Tenaga Medis

PAYAKUMBUHPOS.COM, Polres Payakumbuh telah menangkap pelaku penghinaan dan ujaran kebencian yang ditujukan agar masyarakat menolak pemakaman dokter dan perawat yang terkena wabah Corona.

Pelaku Desmaizar alias Ade (41 tahun) pekerjaan pedagang ini ditangkap di Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Kec. Luhak, Kab. 50 Kota. Sumatera Barat pada Senin, 13 April 2020, 17.00 WiB.

Penangkapan pelaku berawal dari postingan pelaku terhadap kedokteran dan perawat dalam penanganan wabah corona yang viral di media sosial. Dalam melakukan aksinya tersangka menggunakan akun media sosial istrinya untuk mengunggah postingan tersebut.

“Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh,,” tulis pelaku.

Tulisan tersebut kemudian viral di sosial media dengan 6,6 ribu komentar dan 3,4 ribu kali dibagikan, yang berujung dengan pelaporan tersangka Ade oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Payakumbuh dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Payakumbuh kepada polisi.

Tersangka kemudian ditangkap dan mengakui perbuatannya menggunakan akun facebook istrinya memposting ujaran kebencian.

Saat diperiksa, tersangka sempat meminta dipertemukan untuk meminta maaf kepada perwakilan IDI dan PPNI. Dan direspon oleh perwakilan IDI dan PPNI bahwa secara pribadi mungkin bisa memaafkan tetapi secara profesi dan asosiasi dokter dan perawat tidak bisa memaafkan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka sudah ditahan oleh Polres Payakumbuh dan dikenakan pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat (2) Atau Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 3 , UU ITE No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama 6 Tahun Dan Atau Denda paling banyak 1 Miliyar Rupiah. (TT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *